Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/12/28

Selasa, 28 Desember 2010

Bacaan   : Mazmur 42:1-6
Setahun : Zakharia 5-8; Wahyu 19
Nas       : Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)

MENGAPA INI TERJADI?

Sungguh tak terperi duka dan derita yang dirasakan Sardiyanto, pria paruh baya yang berasal dari Jawa Tengah itu. Ia selalu meneteskan air mata ketika mengenang peristiwa tragis yang terjadi tiga tahun silam. Bagaimana tidak, ia harus kehilangan lima anggota keluarganya sekaligus dalam peristiwa nahas tragedi hilangnya pesawat komersial nasional jurusan Surabaya-Manado pada tanggal 1 Januari 2007. Sardiyanto tidak sendirian, ada banyak keluarga lain yang juga turut kehilangan orang-orang dalam kecelakaan tersebut.

Ketika kita mengalami peristiwa menyedihkan, kerap timbul pertanyaan di hati, "Mengapa ini terjadi? Mengapa saya harus mengalami ini?" Dan, kita tidak menemukan jawabnya. Ya, dalam hidup ini ada banyak peristiwa yang terjadi tanpa alasan atau jawaban yang memuaskan. Bencana alam yang meluluhlantakkan dan meninggalkan luka begitu dalam; penyakit berat yang tiba-tiba datang mendera tubuh; kegagalan demi kegagalan; dan persoalan yang seolah-olah tidak berujung.

Begitulah, banyak hal dalam hidup ini yang terjadi begitu saja. Maka, baiklah kita meresponsnya bukan dengan gugatan atau pun protes, melainkan dengan hati yang berserah dan tetap bersyukur. Seperti pemazmur yang dalam segala duka dan derita, tekanan jiwa dan kegelisahannya yang dialami, ia berharap kepada Allah dan tetap bersyukur kepada-Nya (ayat 6). Maka, marilah kita berhenti mencari jawaban.

Jalani saja hidup ini dengan rela. Mungkin itu tidak serta merta akan menyelesaikan masalah, tetapi minimal tidak akan menimbulkan masalah baru atau menambah berat masalah yang sudah ada -- AYA

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN
KERAP MERUPAKAN JAWABAN DARI BANYAK PERTANYAAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org