Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/12/26

Minggu, 26 Desember 2010

Bacaan   : 2 Timotius 2:23-26
Setahun : Hagai 1-2; Wahyu 17
Nas       : Ia harus ... sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat (2 Timotius 2:24,25)

MEMBUKA PINTU KESEMPATAN

Kita sadar ia sudah berdosa karena menikah dengan pasangan yang tidak seiman. Setahun sudah ia meninggalkan gereja, tidak beribadah sama sekali. Pada malam Natal, hatinya rindu untuk kembali mengikuti ibadah Natal. Ia pun pergi ke gereja. Sesampainya di sana, teman-teman yang mengenalnya justru menyambutnya dengan tatapan dingin, curiga, bahkan sinis. "Tumben datang ke gereja, " sapa seorang rekan dengan nada tak ramah. "Ada konsumsi, sih, " bisik teman lainnya menyindir. Nita merasa malu dan terpukul. Sejak itu ia tidak mau datang ke gereja lagi.

Dalam hidup bergereja, kita perlu bersabar menghadapi orang yang sedang undur atau melawan kehendak Tuhan. Inilah pesan Paulus kepada Timotius, yang sekaligus juga ditujukan kepada kita. Selama seseorang masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bertobat, kita pun perlu menerimanya dengan kasih. Penghakiman yang kita tunjukkan hanya akan menyudutkan, bahkan menghalangi kuasa Tuhan bekerja. Menutup kesempatan baginya. Sebaliknya, keramahan dan kasih yang tulus membuka ruang dan peluang bagi pertobatan.

Adakah orang yang selama ini Anda anggap sesat, terhilang, atau memberontak pada Tuhan? Sudahkah Anda menunjukkan kesabaran dan keramahan? Ataukah, Anda bersikap dingin dan mengha-kimi? Tuhan Yesus sengaja turun ke dunia agar manusia berdosa punya peluang bertobat. Dia membuka pintu kesempatan. Itulah inti berita natal. Pada masa natal ini, tunjukkanlah kesabaran dan keramahan agar pintu-pintu kesempatan terbuka. Natal kita pun akan penuh makna -- JTI

PENGHAKIMAN AKAN MENJERAT DAN MELUMPUHKAN
PENERIMAAN AKAN MEMBUKA PINTU KESEMPATAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org