Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/09/23

Kamis, 23 September 2010

Bacaan   : Mazmur 139:1-12
Setahun : Kidung Agung 1-3; Galatia 2
Nas       : Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3)

MATA TUHAN

Banyak sekolah di Inggris kini dilengkapi dengan kamera pemantau (webcam) di tiap kelas yang terhubung ke jaringan internet. Hasilnya? Orangtua bisa memantau apa yang sedang dilakukan anaknya di kelas, kapan pun dan dari mana pun. Dari komputer di kantornya, seorang ibu bisa melihat putrinya sedang membuat prakarya di kelas. Sementara sang ayah yang sedang berada di luar negeri juga bisa melihat putrinya di kelas dari komputer lewat internet. Webcam membuat orangtua seolah-olah punya "mata super". Tingkah laku anak bisa dipantau dari jarak ribuan kilometer!

Mata Tuhan ibarat webcam yang ada di segala tempat. Ia memantau apa pun yang kita lakukan. Tidak ada satu pun tempat orang bisa bersembunyi dari hadapan-Nya (ayat 7-10). Di tempat gelap sekalipun Tuhan melihat (ayat 11, 12). Bahkan, mata Tuhan bisa melihat apa yang tidak tampak di luar, yaitu pikiran (ayat 2) dan hasrat hati kita (ayat 4). Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, ini kabar baik. Tuhan hadir dalam apa pun yang kita lakukan. Dia ada di mana pun kita pergi. Tak perlu kita merasa takut. Sebaliknya, bagi mereka yang berkubang dalam dosa, ini kabar buruk. Ternyata kita tidak punya tempat dan kesempatan untuk menghindar dari sorotan mata Tuhan!

Apa sajakah rencana Anda hari ini? Ingatlah: setiap saat mata Tuhan memandang Anda. Maka, jagalah kata-kata, sikap, dan tingkah laku Anda agar selaras dengan kehendak-Nya. Buatlah Tuhan tersenyum saat melihat bagaimana Anda memakai tiap jam yang berlalu. Di atas semua itu, sadari dan nikmati kehadiran-Nya tiap saat -- JTI

SELAMA HIDUP KITA DIAWASI MATA TUHAN
TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org