Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/01/30

Sabtu, 30 Januari 2010

Bacaan   : Yudas 1:3,4,16
Setahun : Keluaran 23-24; Matius 20:1-16
Nas       : Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi daripada orang yang menjilat (Amsal 28:23)

MENJILAT

Istri seorang pejabat tinggi meninggal dunia. Banyak orang datang melayat, termasuk para pemimpin perusahaan besar yang merasa punya kepentingan dengan sang pejabat. Dalam kesempatan itu, mereka menyanjung-nyanjung sang almarhumah sebagai seorang tokoh yang sangat dermawan, ramah, penuh kasih, dan religius. Padahal semua orang tahu, bahwa kenyataannya justru sebaliknya! Pujian itu tidak tulus diberikan. Ada udang di balik batu. Orang memuji "kebaikan" sang istri pejabat karena ingin mendapat sesuatu dari sang suami.

Yudas mengambil pena untuk menulis suratnya, karena bahaya penyesatan muncul di tengah jemaat. Ada guru-guru palsu yang mengajarkan bahwa Yesus Kristus bukanlah Tuhan dan Penguasa satu-satunya. Untuk menarik simpati umat, mereka memakai cara menjilat. Di depan orang tertentu, mereka mengucapkan puji-pujian bombastis yang manis didengar. "Perkataan yang bukan-bukan" (ayat 16). Tujuannya bukan untuk membangkitkan semangat, melainkan "untuk mendapat keuntungan" diri sendiri. Mereka yang terpikat akan menjadi dekat, lalu bisa dijerat dengan ajaran sesat. Tepatlah nasihat Amsal 29:5: "Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya."

Celakanya, banyak orang lebih suka mendengarkan perkataan sang penjilat bermulut manis daripada memperhatikan teguran seorang sahabat yang tulus. Racun bersalut gula lebih menarik ketimbang obat pahit. Ini tentu berbahaya. Kita bisa tersesat. Maka, belajarlah melakukan sebaliknya. Hargailah teguran seorang sahabat -- JTI

PUJIAN ORANG BISA MEMBUAT KITA BANGGA
TETAPI JANGAN MEMBUAT KITA BESAR KEPALA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org