Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2010/01/04

Senin, 4 Januari 2010

Bacaan   : Yohanes 15:14-17
Setahun : Kejadian 10-12; Matius 4
Nas       : Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu (Yohanes 15:16)

DIPILIH UNTUK SUATU TUJUAN

Theo, anak usia delapan tahun, ingin sekali terpilih untuk terlibat dalam pertunjukan drama Natal di gerejanya. Setiap hari ia membicarakan keinginan itu kepada ibunya dengan bersemangat. Lalu tibalah waktunya hari pemilihan. Ibu mengantar Theo ke gereja dengan perasaan was-was; khawatir kalau sampai Theo tidak terpilih, ia pasti akan kecewa sekali. Sepulang dari gereja ternyata Theo tampak gembira. "Kamu terpilih, Nak?" tanya ibunya. "Iya, Bu," jawab Theo. "Kata Kakak Guru Sekolah Minggu, saya terpilih untuk bertepuk tangan."

Kita dipilih dalam peran sekecil apa pun tentunya dengan suatu tugas tertentu. Begitu juga ketika Tuhan memilih kita dalam peran-peran seperti yang kita punya sekarang ini -- entah sebagai orangtua, suami, istri, pejabat negara, anggota majelis di gereja, entah juga sebagai orang kaya, orang pandai, selebriti terkenal -- pasti dengan suatu tugas tertentu. Tidak mungkin Tuhan secara kebetulan atau tanpa sengaja memberikan peran-peran itu kepada kita. Sama seperti ketika Tuhan Yesus memilih para murid-Nya. Dia tidak asal-asalan memilih, tetapi dengan suatu tujuan tertentu, yaitu supaya mereka menghasilkan buah (ayat 16).

Oleh karena itu, apa pun peran kita sekarang ini, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah: Apa yang Tuhan ingin kita lakukan dengan peran tersebut? Kalau kita adalah orangtua, Tuhan ingin kita menjadi orangtua seperti apa? Kalau kita adalah pejabat negara, Tuhan ingin kita menjadi pejabat seperti apa? Kalau kita adalah selebriti terkenal, Tuhan ingin kita menjadi selebriti seperti apa? Dan sebagainya -- AYA

Tuhan memilih kita sebagaimana kita ada sekarang
dengan tujuan luhur

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org