Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/12/19

Sabtu, 19 Desember 2009

Bacaan   : Matius 11:20-24
Setahun : 1Timotius 4-6
Nas       : Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya (Matius 11:20)

TUJUH KEAJAIBAN DUNIA

Seorang guru memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menyebutkan tujuh keajaiban dunia. Sebagian besar murid segera menuliskan jawabannya di kertas mereka. Namun, Ririn hanya termangu-mangu di bangkunya. Dan ketika jam pelajaran hampir selesai, kertasnya masih kosong. Gurunya heran karena Ririn tergolong anak cerdas.

"Masakan kau tidak tahu satu pun keajaiban dunia, Rin?" tanya gurunya. "Sebenarnya banyak, Bu, tapi saya bingung memilih yang mana." Kening gurunya berkerut, dan meminta Ririn menjelaskan. Ririn pun menyebutkan keajaiban dunia versinya: bisa melihat, bisa mendengar, bisa berkata-kata, bisa menyayangi, dan sebagainya. Gurunya tertegun, sekaligus tersadar: betapa mudah kita mengagumi karya hebat buatan manusia, dan menganggap biasa saja berbagai keajaiban yang Tuhan karuniakan secara cuma-cuma!

Yesus mengecam Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum karena menyambut dingin karya Tuhan di tengah mereka. Kota-kota itu termasuk daerah yang pertama kali mendengar berita pertobatan yang disampaikan Yesus. Berbagai mukjizat juga Dia lakukan. Yesus bahkan memilih Kapernaum sebagai kediaman-Nya sekeluar dari Nazaret. Namun, kota-kota itu bergeming. Berita Injil dan mukjizat Tuhan tak menggugah mereka bertobat dan berbalik dari kejahatan mereka.

Menurut Roma 2:4, maksud kemurahan Allah ialah menuntun kita ke dalam pertobatan: mengalami perubahan hati, sikap, dan perilaku. Bagaimana tanggapan kita terhadap firman yang kita dengar dan kita baca? Bagaimana sikap kita terhadap kebaikan yang Tuhan limpahkan dalam hidup kita? -- ARS

BERSYUKUR ATAS KEAJAIBAN TUHAN DALAM HIDUP KITA
ADALAH TITIK AWAL MENUJU PERTOBATAN DAN PERUBAHAN HIDUP

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org