Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/12/06

Minggu, 6 Desember 2009

Bacaan   : Filipi 2:1-11
Setahun : Kisah 26-28
Nas       : Hendaklah kamu ... tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya ... menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Filipi 2:2,3 TB)

SIAPA YANG DILAYANI?

Dalam sebuah ibadah Natal, ada tiga kelompok paduan suara yang akan tampil. Karena tempat terbatas, tidak semua bisa duduk di depan. Maka, salah satu kelompok diminta duduk di balkon. Masalahnya, tidak ada yang mau ditempatkan di sana, karena tidak terlihat oleh jemaat. Ketika panitia natal mendesak salah satu kelompok, para anggota paduan suara itu menjadi marah. Mereka pun lantas mengadakan aksi walk out. Tidak jadi melayani dalam ibadah itu.

Pelayanan di gereja tak jarang diwarnai perselisihan. Ada yang suka memaksakan keinginan. Ada yang mengambek jika usulnya ditolak. Ada yang tersinggung kalau dirinya kurang disanjung. Akar masalahnya terletak pada keakuan. Orang kerap mengaku melayani Tuhan, padahal yang dilayani dirinya sendiri. Akibatnya, tak ada kerendahan hati. Para pelayan sulit untuk mengalah. Kepentingan pribadi atau kelompok dinomorsatukan. Kalau sudah begini, kesehatian sulit tercipta. Yang ada malah perpecahan. Itulah kondisi jemaat di Filipi.

Maka, Rasul Paulus mengajak jemaat Filipi untuk berkaca kepada Kristus. Ciri utama pelayan Yesus adalah perendahan diri. Mulai dari kelahiran sampai kematian-Nya, Yesus menempuh jalan menurun. Dia kesampingkan hak-hak-Nya demi kepentingan umat yang Dia layani.

Di tengah kesibukan pelayanan, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, "Siapa sebenarnya yang aku layani? Apakah aku mengalah karena mementingkan status, gengsi, dan ambisi pribadi?" Jika jawabannya "ya", jelas kita bukan pelayan Tuhan. Kita telah menjadi tuan. Bahkan, mungkin "tuhan kecil" -- JTI

MELAYANI TUHAN BERARTI MENARUH DIRI SENDIRI
DI TEMPAT PALING BELAKANG

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org