Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2009/06/19

Jumat, 19 Juni 2009

Bacaan   : Keluaran 2:1-10
Setahun : Amsal 17-20
Nas       : Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda (Amsal 28:1)

PENYELUNDUP HEBAT

John Lie, pejuang kemerdekaan dari Manado, terkenal karena tindakannya menjual karet mentah dan membeli senjata di Thailand untuk mendukung perlawanan tentara Indonesia terhadap Belanda. Laksamana Muda ini melakukan paling tidak lima belas penyelundupan antara 1947 dan 1949. Suatu malam, perahunya terlihat oleh kapal perang Belanda, dan sepertinya kali ini mereka tidak mungkin melarikan diri dari musuh. Ia mengumpulkan awak kapal, membuka Alkitab, membacanya, dan berdoa. Ajaib, mereka berhasil lolos! Peristiwa itu membuat wartawan asing menjulukinya sebagai "penyelundup hebat yang membawa Alkitab."

Ibu Musa juga penyelundup hebat. Ia tahu, ia akan melanggar hukum Tuhan jika membunuh bayinya. Ia memilih satu-satunya alternatif yang tersedia: menyembunyikan Musa kecil. Kemudian, setelah tak mungkin menyembunyikannya lebih lama, ia memasukkan Musa ke dalam peti pandan dan menghanyutkannya ke sungai Nil (ayat 3). Tuhan memakai tindakannya yang penuh keberanian itu untuk membawa Musa, sosok yang dipilih Tuhan sebagai pembebas Israel, ke dalam istana Firaun.

Orang benar, kata Salomo, merasa aman seperti singa muda. Menurut Strong's Concordance, kata bahasa Ibrani untuk "aman" adalah Batach, yang juga dapat diterjemahkan "berani, penuh keyakinan". Keberanian sejati muncul jika kita mengembangkan kebiasaan bersikap dan bertindak sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Saat Anda merasa dikepung musuh, dipaksa untuk bertindak jahat, atau diperhadapkan pada dilema yang pelik, Anda dapat mengambil keputusan yang tidak melanggar prinsip-prinsip iman. Itulah keberanian! -- ARS

KEBENARAN MEMBANGKITKAN KEYAKINAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org