Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2009/03/17

Selasa, 17 Maret 2009

Bacaan   : Yeremia 2:9-19
Setahun : Yosua 19-21
Nas       : ... kemurtadanmu akan menyiksa engkau ... betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan Tuhan (Yeremia 2:19)

JANGAN BERPALING!

Sungguh menyedihkan jika kita melihat seseorang yang dulunya sangat menyala-nyala di dalam Tuhan, penuh semangat, dan sangat radikal di dalam Tuhan, kini meninggalkan kasih karunia Tuhan dan berpaling kepada yang lain. Ya, ia murtad! Sesungguhnya, bagaimana kita bisa terhindar dari kemurtadan? Perhatikan rambu-rambu kemurtadan berikut:

1. Kemurtadan tidak terjadi dengan tiba-tiba. Erosi pun membutuhkan waktu. Demikian juga kemurtadan, sebab itu tidak ada istilah "murtad mendadak". Biasanya ini terjadi saat satu kompromi disusul dengan yang berikutnya dan selanjutnya membuka peluang bagi kompromi yang lebih besar lagi. Sekali kita menoleransi perbuatan amoral dan berkompromi dengannya, itu berarti bibit kemurtadan sedang ditaburkan. Jika bibit ini pernah ada, segera bongkar dan cabutlah.

2. Kemurtadan paling sering terjadi ketika berkat datang. Melihat sejarah bangsa Israel, kita tahu bahwa kemurtadan justru paling sering terjadi saat mereka berlimpah berkat dan dalam keadaan aman. Kapan Salomo jatuh dalam penyembahan berhala? Saat ia ada di masa kejayaan. Banyak raja Israel tadinya juga begitu luar biasa bagi Tuhan, tetapi ketika mereka sudah kuat dan merasa di atas, mereka justru berpaling kepada allah lain dan murtad!

3. Ketika ilah-ilah zaman mulai terlihat begitu menarik! Betapa mengejutkan! Orang-orang yang dulunya pernah hidup dan berjalan bersama Allah, sekarang begitu mudah meninggalkan Tuhan dan menggantinya dengan allah lain yang palsu. Hati-hati jika ada allah lain yang menjadi begitu menarik bagi kita. Jangan pernah berpaling dari Dia! -PK

INGAT KEMBALI CINTA BESAR ALLAH BAGI KITA
TAK ADA YANG DAPAT MENANDINGINYA!

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org