Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2009/02/04

Rabu, 4 Februari 2009

Bacaan   : Pengkhotbah 9:7-10
Setahun : Keluaran 25-27
Nas       : Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:15,16)

SALAH SIAPA?

Sejak dulu manusia selalu punya angan-angan menciptakan mesin waktu. Seperti yang tergambar di komik dan film-film fantasi. Untuk apa? Ya, agar waktu bisa kita atur dan putar sekehendak hati untuk berkunjung ke masa lampau atau melongok ke masa depan. Angan-angan yang tak kunjung kesampaian. Sebab Tuhan memang menciptakan manusia dalam "perangkap" keterbatasan waktu.

Masa lalu tinggal kenangan. Masa depan masih berupa harapan. Satu-satunya kenyataan adalah sekarang. Saran bijaksana si pengkhotbah adalah agar kita menikmati dan menjalani apa yang ada di depan mata dengan sepenuh hati. "Nikmatilah hidup" dan "kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga". Sebab tiap-tiap saat punya momentumnya. Untuk segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Paulus juga menasihatkan hal serupa. Waktu kita terbatas. Tak dapat dipercepat atau diperlambat. Tak ada kompromi. Tak dapat diulang atau dihindari. Segalanya harus dihadapi pada saatnya. Jadi, "pergunakanlah waktu yang ada". Rebutlah setiap kesempatan yang ada untuk mendapat dan juga memberikan yang terbaik.

Manusia suka hidup tidak pada saatnya. Saatnya kerja malah tidur. Saatnya tidur justru begadang. Saat muda bermalas-malas. Saat tua tinggal sesal. Saat anak-anak butuh perhatian, orangtua lalai. Saat orangtua ingin akrab, anak-anak justru lebih memilih pergi bersama teman. Saat teduh diabaikan, ketika kesibukan melanda mengeluh tak ada waktu bagi Tuhan. Kala diminta melayani Dia, mulut menggerutu. Saat rindu melayani, tubuh sudah renta. Namun semua itu terjadi, salah siapa? -PAD

SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA
SETIAP KESEMPATAN IALAH ANUGERAH YANG TAKKAN TERULANG

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org