Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/01/26

Senin, 26 Januari 2009

Bacaan   : Filipi 3:10-16
Setahun : Ayub 35-37
Nas       : Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya (Filipi 3:12)

MENCAPAI PUNCAK

Pagi-pagi buta, dua orang pemuda mendaki gunung untuk melihat matahari terbit. Dua jam berlalu. Selama waktu tersebut, semestinya para pendaki sudah tiba di puncak. Namun, mereka baru menempuh setengah jalan, karena kerap berhenti kelelahan. Tiap kali beristirahat, mereka melihat pemandangan indah di bawah. Godaan di hati acap kali muncul: "Buat apa naik lagi? Di sini saja pemandangannya sudah indah!" Setelah tiba di puncak, barulah mereka menyadari betapa mereka rugi apabila berhenti mendaki. Pemandangan di puncak ternyata jauh lebih indah daripada di tempat-tempat perhentian.

Perjalanan iman kita ibarat pendakian menuju puncak; menuju kesempurnaan dan kekudusan. Jalannya sulit dan mendaki. Pada saat kita penat, godaan terbesar yang kerap muncul adalah perasaan cukup. Kita merasa sudah cukup lama berjuang. Bukankah hasilnya sudah tampak, buat apa berjuang lagi? Akhirnya kita mandek; berhenti. Rasul Paulus tidak ingin hal itu terjadi atas dirinya. Karena itu, ia bertekad untuk "melupakan apa yang di belakangku" (ayat 13). Ia tidak mau terpukau dengan segala prestasi yang telah ia raih. Ia berprinsip "aku belum menangkapnya". Garis akhir belum terlihat. Yang terbaik masih harus diraih. Kesadaran ini mendorongnya untuk terus maju berjuang-berlari menuju tujuan.

Apakah Anda penat karena sudah lama berjuang untuk pemulihan diri ataupun keluarga? Apakah kelelahan membuat Anda ingin berhenti sampai di sini? Apakah Anda merasa cukup puas hidup di bawah standar yang Tuhan inginkan? Jangan berhenti sebelum mencapai puncak! Di sana tersedia berkat yang jauh lebih indah -JTI

DI SEPANJANG JALAN MENUJU KESEMPURNAAN
ADA BANYAK TEMPAT PERHENTIAN YANG PENUH GODAAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org