Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/01/22

Kamis, 22 Januari 2009

Bacaan   : Filipi 3:4-16
Setahun : Ayub 21-24
Nas       : Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus (2Korintus 12:10)

FOKUS KEPADA KRISTUS

Paulus punya segudang alasan untuk mengeluh, kecewa, bahkan marah kepada Tuhan. Betapa tidak, ia adalah tokoh muda masyarakat Yahudi pada zamannya. Masa depan karier politiknya sangat cerah. Namun ia tinggalkan semua itu untuk mengikut Kristus dan mengabarkan Injil. Akan tetapi apa yang ia dapatkan? Bukan hidup nyaman dan enak, malah rupa-rupa tekanan dan tantangan; bukan karpet merah nan empuk, malah jalanan terjal penuh onak duri.

Dalam salah satu suratnya ia menulis, "Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu." (1 Korintus 11:24-26). Bahkan doanya pun-ketika memohon kesembuhan dari sakit-sampai tiga kali, tidak Tuhan kabulkan (2 Korintus 12:9).

Akan tetapi Paulus tidak undur dari imannya. Ia tidak surut dari pelayanannya. Ia tetap teguh dan gigih memberitakan Injil. Mengapa Paulus bisa demikian? Karena ia memfokuskan diri hanya kepada Kristus; bukan kepada sikap dan perlakuan orang lain terhadapnya, juga bukan kepada kejadian-kejadian yang dialaminya (ayat 10). Adakah iman dan komitmen pelayanan kita tengah goyah karena rupa-rupa kekecewaan? Seperti Paulus, fokuskan diri pada Kristus saja -AYA

APA YANG MENJADI FOKUS IMAN DAN PELAYANAN KITA
ITU AKAN MENENTUKAN KEGIGIHAN DAN KETEGUHAN KITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org