Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/12/20

Sabtu, 20 Desember 2008

Bacaan   : Matius 1:1-17
Setahun : Yakobus 1-3
Nas       : Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus (Galatia 3:28)

SILSILAH KRISTUS

Silsilah barangkali merupakan bagian Alkitab yang paling "membosankan". Betapa tidak, di sana kita hanya menemukan deretan nama orang. Tidak heran kalau banyak orang, ketika membaca Alkitab sampai pada bagian ini, lebih suka melewatinya atau membacanya secara sekilas. Padahal, jika silsilah itu dimuat dalam firman Tuhan, tentu ada maknanya; tidak asal ada atau sebagai pelengkap belaka.

Orang Yahudi pada masa itu sangat mengagungkan asal-usul atau keturunan seseorang. Bagi mereka, silsilah sangat penting. Selain untuk membuktikan "keaslian" ras mereka, silsilah juga akan menunjukkan "keunggulan" nenek moyang mereka. Itu sebabnya mereka membenci orang Samaria karena ras mereka dianggap sudah tidak murni. Itu sebabnya pula Raja Herodes pernah memerintahkan agar catatan silsilahnya dibakar untuk menutupi fakta bahwa ia bukan keturunan Yahudi asli.

Bertolak dari latar belakang itu, sangat menarik kalau dalam silsilah Yesus justru terdapat nama-nama yang bereputasi "minus". Ada Tamar yang pernah melacurkan diri terhadap Yehuda, ayah mertuanya, hingga mengandung (Kejadian 38:1-30). Ada Rut, perempuan bangsa Moab (Rut 1:3,4). Disebut juga di sana "istri Uria", Batsyeba, yang dizinahi Daud (2Samuel 11:1-27).

Apa artinya? Kelahiran Kristus menyediakan pemulihan bagi mereka yang di masa lalu "tercemar oleh kelamnya dosa"; meruntuhkan tembok pemisah antara "ras unggul" dan "rasa rendahan"; sekaligus meniadakan sekat penghalang antara suku bangsa. Inilah kabar baik yang dibawa Kristus ke dalam dunia. Tugas kita sebagai umat kristiani adalah meneruskannya -AYA

NATAL MEMBANGUN JEMBATAN PERSATUAN
DAN MERUNTUHKAN TEMBOK PEMISAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org