Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/04/26

Sabtu, 26 April 2008

Bacaan   : Ibrani 10:19-39
Setahun : 1Tawarikh 1-2
Nas       : Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, ... dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat (Ibrani 10:25)

BERSEKUTU ITU PENTING

Dalam sebuah acara api unggun, saya mengamati betapa hebatnya nyala api tatkala kayu bakarnya ditumpuk menjadi satu. Kemudian seseorang mulai memisahkan kayu-kayu itu. Dan, hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, api yang menyala begitu hebat perlahan-lahan mati. Rupanya, ketika kayu bakar itu menjadi satu, apinya sangat luar biasa. Namun, begitu dipisahkan dari yang lain, api itu nyalanya melemah dan mati.

Hal yang sama sesungguhnya terjadi dalam komunitas orang percaya. Jika salah seorang anggota memisahkan diri dan tidak bersekutu dengan yang lain, hampir bisa dipastikan imannya akan melemah. Tidak heran jika penulis kitab Ibrani menekankan betapa pentingnya persekutuan itu, "Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah ... marilah kita ... semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan" (Ibrani 10:25). Betapapun "hebatnya" iman seseorang, jika tidak dipelihara dalam persekutuan bersama saudara seiman, suatu saat akan melemah juga. Pertemuan ibadah seumpama tanah yang subur bagi tersemainya iman kita. Karena itu, pertemuan ibadah sangat penting.

Di zaman modern, ada pendapat bahwa kita tidak memerlukan pertemuan ibadah. Menonton tayangan rohani di televisi atau mendengar siaran radio serta bergabung dengan "gereja maya" di internet, itu sudah cukup. Ini pendapat yang keliru. Memang, kita adalah makhluk individual, dalam arti kita unik. Tetapi, kita juga makhluk sosial yang membutuhkan sesama untuk bertumbuh. Mari kita hidupkan api kepercayaan kita, dengan menyatu pada kobaran api yang besar! -MZ

MENJAUHI PERTEMUAN IBADAH
SAMA DENGAN MEMBUNUH IMAN PERLAHAN-LAHAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org