Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/02/17

Minggu, 17 Februari 2008

Bacaan   : Filipi 2:1-11
Setahun : Bilangan 25-27
Nas       : Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri (Filipi 2:3)

LEBAH YANG MURAH HATI

Lebah terkenal sebagai serangga sosial. Mereka selalu siap sedia memberi makan sesama lebah, bahkan lebah dari koloni lain. Lebah pekerja memberi makan ratu lebah yang tidak bisa mencari makan sendiri. Mereka memberi makan lebah jantan yang sedang aktif di sarang. Mereka tentu juga memberi makan anak-anak lebah. Naluri saling memberi makan ini melandasi tatanan kehidupan lebah. Dan, mereka tampak menyukainya!

Bukankah ini mirip dengan komunitas tubuh Kristus? Ketika melaporkan kehidupan orang-orang kristiani mula-mula kepada Kaisar Hadrian (76-138), Aristides menulis, "Mereka saling mengasihi. Mereka tidak lalai membantu janda-janda; mereka menolong anak-anak yatim dari orang-orang yang menyakiti mereka. Kalau mereka memiliki sesuatu, mereka memberi dengan sukarela kepada orang yang tak berpunya; kalau mereka melihat orang asing, mereka mengajaknya singgah ke rumah dan menerimanya dengan gembira, seolah-olah orang itu adalah saudara mereka sendiri. Mereka tidak menganggap diri mereka saudara dalam pengertian yang lazim, melainkan saudara oleh Roh, di dalam Allah."

Tuhan rindu gereja menjadi komunitas yang penuh kasih (Filipi 2:1,2), baik kasih di antara sesama anggota maupun kasih kepada warga masyarakat secara luas. Hal itu akan terjadi bila masing-masing anggota berinisiatif untuk saling melayani, bukan menuntut dilayani (ayat 3,4); bila masing-masing anggota memperlakukan sesama seperti Kristus memperlakukan dirinya, bukan sebagai pesaing dalam mengejar ambisi pribadi (ayat 5-7). Hari ini, mari kita teladani lebah-lebah yang murah hati itu -- ARS

GEREJA TERBENTUK DARI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN
YANG SALING MEMERHATIKAN DAN MEMBERI HIDUP

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org