Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/01/29

Selasa, 29 Januari 2008

Bacaan   : Lukas 15:11-24
Setahun : Keluaran 35-37
Nas       : Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa (Lukas 15:18)

RASA MALU

Bagi orang Jepang, rasa malu atas kesalahan dan kegagalan yang mereka alami bisa tampak sebagai masalah yang begitu besar. Oleh karena itu, demi menghapus rasa malu semacam ini, mereka berani melakukan tindakan harakiri (bunuh diri).

Dalam setiap hidup kita, rasa malu dan sesal pasti akan muncul saat kita menyadari telah salah melangkah atau mengalami kegagalan. Perumpamaan tentang anak hilang yang diberikan oleh Tuhan Yesus memberi kekuatan dan keberanian kepada kita.

Setelah si anak hilang menyadari kesalahannya, ia sungguh merasa malu dan menyesal. Malu pada orang-orang yang mengenalnya, malu pada masyarakatnya, terutama malu pada keluarganya, khususnya pada sang ayah yang pernah ia sakiti. Rasa malu yang begitu menguasai bisa saja membuatnya putus asa dan ingin mengakhiri hidup. Namun, apakah yang dapat kita pelajari dalam perumpamaan ini? Si anak hilang tidak berhenti pada rasa malu dan sesal saja. Ia mempunyai keberanian untuk mengakui segala dosanya. Ia berani melawan rasa malunya dengan pulang dan menghadapi bapanya. Dengan segala risikonya. Ia pulang dengan hati yang siap menerima konsekuensi atas kesalahannya, bahkan jika ia harus kehilangan status sebagai anak.

Terkadang rasa malu atas kesalahan kita tak tertahankan. Namun, kita memiliki Bapa surgawi yang penuh kasih dan mau mengampuni. Mari kita beranikan diri untuk datang kepada-Nya dengan pertobatan, Dia siap menerima kita kembali dan memulihkan kita dari keterpurukan -- NDA

BERHENTILAH MENYESAL
ATAU ANDA AKAN KEHILANGAN HIDUP ANDA -- Jonathan Larson

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org