Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/01/19

Sabtu, 19 Januari 2008

Bacaan   : Yohanes 20:11-18
Setahun : Keluaran 5-7
Nas       : Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" (Yohanes 20:18)

MELIHAT TUHAN

Ketika seseorang diliputi gejolak perasaan yang kuat, ia melihat realitas melalui "kacamata emosi". Bila sedang marah, apa pun yang dilakukan orang lain tampak salah. Bila sedang jatuh cinta, apa pun yang ada pada diri sang kekasih tampak berkilauan. Bila sedih, semua tampak sendu kelabu.

Maria Magdalena pun demikian. Ia sedang dirundung duka. Ia berdiri dekat kubur Yesus dan menangis. Di sana, ia bertemu dua malaikat. Anehnya, reaksi Maria sangat biasa. Saat malaikat itu bertanya, Maria bukan seperti orang yang sedang berbicara dengan malaikat. Ia berkata, "Tuhanku telah diambil orang ..." (ayat 13). Bahkan ketika Yesus sendiri menyapa, "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapa yang engkau cari?" (ayat 15), Maria menjawab tanpa menyadari kehadiran-Nya. Ia menyangka yang menyapa adalah penjaga taman.

Betapa besar pengaruh "kacamata emosi"! Namun Yesus yang telah bangkit membuka mata Maria dengan menyebut namanya: "Maria" (ayat 16). Baru Maria terjaga dari keterpurukan perasaannya dan bersaksi: "Aku telah melihat Tuhan!" (ayat 18).

Apakah Anda sedang terpuruk begitu dalam hingga mata Anda tertutup oleh "kacamata emosi" dan tak mampu melihat Tuhan? Yesus rindu menyapa Anda, sebagaimana Anda ada, dengan nama Anda. Bangunlah, lihatlah dengan mata hati yang bening. Apa pun ikatan emosi yang sedang "memenjara" Anda, tegarlah, karena Tuhan sudah bangkit. Bangkit bagi Anda! Hadapilah pergumulan hidup dengan mata hati yang tertuju kepada Tuhan. Agar seperti Maria, Anda pun dapat bersaksi bahwa dalam kepedihan sekalipun, Anda dapat melihat Tuhan -- DKL

SURSUM CORDA! ANGKATLAH HATIMU!

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org