Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2008/01/10

Kamis, 10 Januari 2008

Bacaan   : Yesaya 6:1-4
Setahun : Kejadian 28-30
Nas       : Dalam tahun matinya raja Uzia, aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang ... (Yesaya 6:1)

JEBAKAN KENYAMANAN

Alexander Solzhenitsyn, seorang kristiani Rusia, pernah dibuang ke kamp pekerja Soviet. Di situ ia disiksa. Disuruh bekerja bagai kuda. Anehnya, setelah keluar ia malah mensyukuri masa-masa itu. "Di situ saya mendapat pengalaman berharga," katanya. "Sebelum menghadapi bahaya dan kesusahan, jebakan kenyamanan membuat saya malas bertumbuh. Di kamp itu, baru saya sadari, betapa pentingnya mengandalkan Tuhan. Hidup yang keras dan sulit justru membuat iman saya bertumbuh."

Nabi Yesaya mendapatkan panggilan Tuhan "dalam tahun matinya raja Uzia". Siapakah Uzia? Raja Yehuda terbaik sejak zaman Raja Salomo. Ia berhasil membuat rakyat merasa aman dan nyaman di bawah pemerintahannya. Ia menciptakan kemakmuran. Sisi buruknya, rakyat menjadi sangat bergantung kepadanya. Jebakan kenyamanan membuat mereka kurang bergantung kepada Tuhan. Kini sang raja telah wafat. Yang diandalkan lenyap. Padahal, musuh (bangsa Asyur) semakin dekat. Pada saat itulah Tuhan menyatakan diri kepada Yesaya. Tuhan ingin menyadarkan umat-Nya bahwa di atas raja dunia masih ada Raja alam semesta. Ketika raja dunia tak lagi dapat diandalkan, kini mereka perlu belajar bergantung pada Raja Surgawi.

Tanpa sadar, kita pun bisa terjebak dalam kenyamanan hidup. "Raja Uzia" kita bisa berbentuk harta, asuransi, suami, istri, anak, kepandaian, atau karier. Itu semua memang perlu, tetapi bisa menciptakan rasa aman yang semu. Maka, jangan jadikan hal-hal itu sebagai andalan. Bergantunglah hanya kepada Tuhan, supaya jika segala yang semu itu lenyap, kita tidak sampai kehilangan pegangan -- JTI

JIKA TUHAN DIKESAMPINGKAN
ORANG TAK AKAN KUAT MENGHADAPI KEHILANGAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org