Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/12/30

Minggu, 30 Desember 2007

Bacaan   : 2Tesalonika 2:13-17
Setahun : Zakharia 13-14; Wahyu 21
Nas       : Kami senantiasa berdoa juga untuk kamu ... sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu (2Tesalonika 1:11-12)

PARA TUMPUAN

Saya sangat menghargai para laki-laki dan perempuan pemberani yang mendaki puncak-puncak gunung berbatu. Mereka harus sangat berhati-hati ketika mendaki batu karang yang curam. Salah satu pengaman yang mereka gunakan adalah tali yang selalu dihubungkan dengan orang yang berada di bawahnya. Orang tersebut disebut "tumpuan". Apabila seorang pendaki kehilangan keseimbangan atau jatuh, sang tumpuan memegangnya dengan kuat sehingga ia dapat berpijak kembali dan melanjutkan pendakian atau penurunannya. Jadi, "ditumpui" berarti menjadi tambatan, memegang dengan kuat, dan menjaga keselamatan orang lain.

Hope Church, di dekat Cincinnati, mempunyai kelompok persekutuan dewasa yang disebut "The Belayers" [Para Tumpuan]. Para anggotanya berjanji untuk saling menolong dan mendukung dalam perjalanan mereka sehari-hari dengan Kristus, dan berjanji untuk saling mendukung dalam doa. Mereka menyediakan pertolongan bila diperlukan, saling memberi semangat, dan saling mendampingi pada saat menghadapi bahaya rohani. Mereka "memegang tali" untuk satu sama lain.

Saya pikir Rasul Paulus menjadi tumpuan bagi banyak gereja, termasuk gereja di Tesalonika. Orang-orang percaya di sana mengalami pengejaran dan merasa khawatir. Ia mengingatkan mereka bahwa mereka dipilih dan tetap dikasihi Allah (2Tesalonika 2:13). Dan ia memberi mereka semangat untuk terus memercayai Tuhan, serta berdoa bagi mereka (ayat 15-17).

"Tali" siapakah yang dianjurkan oleh Allah untuk Anda pegangi? -- DCE

SEBUAH KATA YANG MEMBERI SEMANGAT
DAPAT MEMBUAT PERBEDAAN ANTARA MENYERAH DAN TERUS MAJU

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org