Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/08/10

Jumat, 10 Agustus 2007

Bacaan   : Yunus 1
Setahun : Mazmur 79-80; Roma 11:1-18
Nas       : Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku (Yunus 2:2)

PELAJARAN DARI YUNUS

Kisah Yunus adalah salah satu cerita yang paling sering didiskusikan dan sangat menarik di Alkitab. Namun, dari semua perdebatan tersebut, ada satu hal yang pasti: Yunus melakukan pencarian jati diri di hotel bawah air yang bau.

Kita semua tahu bahwa terkadang hidup berjalan dengan tidak baik. Ketika hal itu terjadi, seperti Yunus, kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan sukar kepada diri kita sendiri.

Apakah ada dosa dalam hidup saya? Karena Yunus terang-terangan tidak taat, Allah harus melakukan sesuatu yang tegas untuk mendapatkan perhatiannya dan memimpinnya agar bertobat.

Apa yang dapat saya pelajari dari situasi ini? Orang-orang Niniwe yang jahat adalah musuh umat Allah. Yunus berpikir bahwa mereka seharusnya dihukum dan tak diberi kesempatan kedua. Ia perlu belajar membagikan belas kasih Allah bagi orang-orang yang terhilang. "Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka" (Yunus 3:10).

Dapatkah saya menunjukkan kemuliaan Allah dalam semua ini? Penderitaan kita sering tidak berkaitan dengan diri kita, tetapi berkaitan dengan bagaimana orang-orang melihat kuasa Allah bekerja melalui kelemahan kita. Yunus berada dalam situasi tidak berdaya, tetapi Allah menggunakannya untuk memimpin bangsa yang menyembah berhala itu menuju pertobatan.

Lain kali apabila Anda mengalami masalah "perut ikan paus", jangan lupa mengajukan pertanyaan sukar tersebut. Semoga Anda menemukan kelepasan di tengah keputusasaan yang Anda hadapi -- JMS

KITA MENDAPATKAN PELAJARAN DI SEKOLAH PENDERITAAN
YANG TIDAK DAPAT KITA PELAJARI DENGAN CARA LAIN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org