Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2007/07/03

Selasa, 3 Juli 2007

Bacaan   : Kisah 12:20-24
Setahun : Ayub 25-27; Kisah 12
Nas       : Lalu rakyatnya bersorak membalasnya, "Ini suara dewa dan bukan suara manusia!" Seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan (Kisah 12:22,23)

TIDAK HORMAT

Raja Herodes, dengan mengenakan pakaian kerajaan, berpidato di hadapan rakyat karena ia ingin mereka berpihak kepadanya. Ia senang mendengar sanjungan rakyatnya. "[Ini] suara dewa dan bukan suara manusia!" sorak rakyatnya (Kisah Para Rasul 12:22). Rasa takut dan hormat kepada satu-satunya Allah yang sejati seharusnya membuat Herodes menyanggah sanjungan itu, tetapi ia tidak melakukannya. Karena ia tidak bersedia "memberi hormat kepada Allah", Herodes segera ditampar oleh malaikat Tuhan. Ia mengalami kematian yang mengerikan karena telah bersikap tidak hormat kepada Allah.

Di lain pihak, Paulus dan Barnabas sangat menghormati Allah, sehingga mereka panik ketika orang-orang memuja mereka (Kisah Para Rasul 14:14,15). Ketika orang banyak melihat Rasul Paulus secara ajaib menyembuhkan orang yang sudah menderita lumpuh sejak lahir, mereka pun berseru, "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia!" Lalu, mereka mempersiapkan diri untuk mempersembahkan korban kepada Paulus dan Barnabas (ayat 11-13). Ketika mendengar hal itu, keduanya lalu "mengoyakkan pakaian mereka, lalu menerobos ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, 'Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian?'" (ayat 14,15).

Dari kedua kisah Alkitab yang kontras ini, kita menemukan panggilan yang sungguh-sungguh untuk menghormati Allah di dunia yang tidak menghormati-Nya. Hanya Dia yang patut kita muliakan, kita puji, dan kita hormati. Dialah satu-satunya yang patut kita sembah -- HVL

BUKAN KEPADA KAMI, YA TUHAN, BUKAN KEPADA KAMI
TETAPI KEPADA NAMA-MULAH BERI KEMULIAAN -- MAZMUR 115:1

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org