Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/06/10

Minggu, 10 Juni 2007

Bacaan   : 1Tesalonika 5:12-24
Setahun : 2Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22
Nas       : Janganlah padamkan Roh (1Tesalonika 5:19)

JERITAN CHICKADEE

Burung Chickadee berkepala hitam memiliki suara dengan tingkat kompleksitas yang mengejutkan dalam menyuarakan tanda bahaya. Para peneliti mendapati bahwa burung ini menggunakan kicauan berfrekuensi tinggi untuk memperingatkan adanya bahaya di udara. Tergantung situasi, jeritan "chickadee" dapat memberi isyarat kepada burung lain tentang adanya makanan di dekat situ atau adanya pemangsa yang bertengger sangat dekat sehingga membahayakan.

Penelitian juga mendapati bahwa chickadee tidak mendeteksi bahaya dari pemangsa besar seperti burung hantu besar bertanduk, karena mereka tidak memangsa burung kecil seperti chickadee. Namun, burung hantu yang lebih kecil dan berukuran nyaris sama dengan chickadee malah lebih menjadi sebuah ancaman, dan mendorong chickadee untuk mengeluarkan kicauan tanda bahaya, yakni nada "dee" yang khas dari chickadee.

Tingkat kesadaran serupa dapat sangat berguna bagi kita. Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus tidak menyalahkan roh-roh jahat dunia belaka. Ia juga memusatkan perhatian pada masalah hati yang nyaris tak diperhatikan, yang dapat membahayakan kita. "Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik." "Janganlah padamkan Roh." "Ujilah segala sesuatu" (1Tesalonika 5:15,19,21).

Dengan pertolongan Roh, mari kita membiasakan diri untuk peka terhadap peringatan firman Allah dalam hati kita -- MRD II


Kita sangat memerlukan kepekaan yang tajam
Akan suara Allah, yaitu firman-Nya,
Bisikan yang lirih, dorongan yang lembut,
Hingga kita menjadikan Dia Tuhan dan Raja. -- Anon.

ALLAH BERBICARA KEPADA MEREKA YANG MAU MENDENGARKAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org