Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2007/03/24

Sabtu, 24 Maret 2007

Bacaan   : Efesus 5:22-33
Setahun : Yosua 16-18; Lukas 2:1-24
Nas       : Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Ef. 5:25)

BAGINYA

Ketika istri saya menjalani operasi gigi, ia bebas tugas selama akhir minggu itu. Selama proses penyembuhan, saya melakukan tugas yang tidak terlalu menyenangkan bagi saya seperti merawat dia dan anak-anak. Saya memasak, mencuci piring, berbelanja untuknya, dan memandikan anak-anak. Ketika melihat semua yang telah saya kerjakan, saya berpikir, Saya berhak mendapatkan pujian ekstra dan pelayanan balasan saat ia sembuh. Namun, sebelum saya memuji diri sendiri, Roh Kudus mengingatkan saya bahwa yang sedang saya kerjakan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya sekaligus tugas saya sebagai seorang suami kristiani.

Di zaman Paulus, banyak orang yakin bahwa kebutuhan suamilah yang diutamakan dalam rumah tangga, dan istri hanya bertugas memenuhi kebutuhan suami dan melayaninya. Namun, cara pandang kristiani sangat berbeda. Wanita dipandang sama berharganya dengan pria. Wanita tidak lagi dianggap sebagai pembantu, tetapi sebagai pribadi yang bernilai, yang menjadi fokus perhatian sang suami. Kini bukannya menuntut kaum wanita untuk melayaninya, kaum pria justru diminta untuk melayani kaum wanita!

Efesus 5:25 menggambarkan Kristus sebagai Pribadi yang mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya baginya. Ayat 29 menunjukkan bahwa Yesus mengasuh dan merawat jemaatnya. Ketika para suami berusaha semakin menyerupai Yesus, mereka mendapatkan kehormatan sekaligus tugas untuk berkorban, mengasuh, dan merawat istri mereka -- MW

Meski pasangan punya kekurangan,
Pernikahan dapat bertahan selamanya;
Kalau keduanya meminta kepada-Nya --
Untuk menjaga cinta mereka. -- Branon

BILA ANDA BERPIKIR ANDA MENGASIHI ISTRI ANDA
SECARA BERLEBIH
BERARTI ANDA BELUM CUKUP MENGASIHINYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org