Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2006/01/27

Jumat, 27 Januari 2006

Bacaan   : Keluaran 17:1-6
Setahun : Keluaran 16-18; Matius 18:1-20
Nas       : Kami adalah kawan sekerja untuk Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah (1Korintus 3:9)

REKAN SEKERJA

Ketika tiba saatnya bagi Musa untuk memukul batu di padang pasir untuk memperoleh air bagi orang-orang Israel yang kehausan, ia hanya memiliki peran yang sangat kecil hanya memukul batu. Siapa pun di antara orang Israel dapat melakukannya. Hal yang utama adalah apa yang sedang dikerjakan Allah di inti bumi untuk menyediakan aliran air yang melimpah.

Namun, keduanya bekerja bersama: Musa di hadapan orang-orang; Allah di kedalaman bumi yang tersembunyi. Musa dan Allah merupakan rekan sekerja.

Selalu ada dua pihak dalam setiap pekerjaan yang berbuah banyak: para pekerja yang memiliki kesediaan hati dan Allah yang setia. Bagian manusia adalah melakukan apa pun yang diperintahkan Allah kepada kita memukul batu. Tugas Allah adalah mengalirkan air itu.

Apakah Musa dibebani oleh kekhawatiran sewaktu ia mendekati batu itu, berpikir bahwa ia mungkin gagal? Saya meragukan hal itu. Ia hanya perlu mengikuti Tuhan dalam ketaatan. Allah telah berjanji untuk melakukan semua hal lainnya. Dan Musa telah melihat Allah melakukan mukjizat-mukjizat besar sebelumnya.

Apakah Anda mengkhawatirkan tugas yang telah diberikan Allah hari ini? Apakah Anda percaya bahwa segala sesuatunya bergantung kepada Anda? Pukul saja batu itu. Allah sedang bekerja secara tersembunyi untuk menumpahkan aliran air bagi setiap pria, wanita, dan anak-anak. Dan ketika air hidup mulai mengalir, muliakanlah Dia.

Lakukan saja bagian Anda dan Dia akan melakukan bagian-Nya -- DHR

"DI LUAR AKU, ENGKAU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA" Yesus

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org