Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2006/01/20

Jumat, 20 Januari 2006

Bacaan   : Mazmur 14
Setahun : Kejadian 49-50; Matius 13:31-58
Nas       : Orang bebal berkata dalam hatinya, "Tidak ada Allah" (Mazmur 14:1)

PERBEDAAN KARENA IMAN

Bagaimana jika seandainya kita tidak beriman kepada Allah dan justru menerima teori evolusi yang menolak Allah? Coba bayangkan, seandainya saja kita memiliki pandangan hidup yang ateistis. Seorang ahli biologi Universitas Cornell, William Provine, menyatakan di dalam sebuah debat publik, bahwa jika Anda adalah seorang pendukung setia teori Darwin, maka Anda akan menyadari bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian, tidak ada dasar yang fundamental dari etika, tidak ada tujuan akhir dari keberadaan kita, tidak ada kehendak bebas. Hidup akan menjadi kosong.

Daripada memegang ketidakpercayaan yang suram itu, kita dapat membuka hati dan pikiran kita untuk beriman kepada Allah sebagaimana Dia telah menyatakan diri melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Dosa kita dapat diampuni berkat kematian-Nya di atas kayu salib. Hal ini tidak hanya memberi kita jaminan akan kekekalan yang penuh berkat, tetapi juga membuat kehidupan kita kini dan di sini memiliki arti dan pengharapan yang tidak terukur. Berkat Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, kita dapat mengetahui bahwa perkataan Yesus di dalam Yohanes 8:12 adalah benar: "Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan."

Saat kita menjalani perziarahan duniawi ini, jangan sampai kita tersandung dalam kegelapan rasa tidak percaya. Sebaliknya, kita dapat berjalan dengan penuh keyakinan di dalam terang menuju kesucian kekal yang tak pernah berakhir. Itulah perbedaan yang tercipta karena iman di dalam Yesus Kristus -- VCG

ATEISME ADALAH KEGELAPAN MENAKUTKAN
YANG HANYA DAPAT DILENYAPKAN OLEH
TERANG KESELAMATAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org