Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2004/12/08

Rabu, 8 Desember 2004

Bacaan   : Mazmur 112:1-10
Setahun : Daniel 8-10; 3 Yohanes
Nas       : Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan (Mazmur 112:7)

KABAR BURUK?

Dulu sebelum telepon seluler menjadi lazim, seorang pemimpin seminar bertanya, "Jika seseorang datang di pertemuan ini, memanggil nama Anda, dan berkata, 'Ada telepon untuk Anda,' Anda akan menduga-duga, apakah telepon itu menyampaikan kabar baik atau buruk?" Kebanyakan dari kita mengaku akan berpikir bahwa itu kabar buruk, tetapi kita tidak tahu mengapa demikian.

Ini menunjukkan adanya suatu beban yang ditanggung oleh banyak orang, yakni rasa takut terhadap kabar buruk. Beban tersebut mungkin berupa keprihatinan yang wajar terhadap keselamatan orang-orang yang kita kasihi, tetapi bisa juga suatu ketakutan yang tidak rasional terhadap tragedi.

Ketika sangat takut, kita amat perlu menaruh keyakinan kepada Allah. Mazmur 112 membicarakan seseorang yang takut akan Tuhan, sangat suka pada segala perintah-Nya, dan baik hati terhadap orang lain (ayat 1,4,5). Namun, mungkin yang paling menarik: "Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan" (ayat 7).

Sebuah himne karya Frances Havergal mengingatkan kita bahwa hati yang percaya adalah jawaban bagi pikiran yang khawatir: "Tinggallah tetap pada Sang Yahweh, maka hati kita akan bahagia seutuhnya; seperti yang dijanjikan-Nya, kita akan menemukan damai sejahtera dan ketenangan yang sempurna."

Alkitab tidak berjanji bahwa kita takkan pernah menerima kabar buruk. Namun, Alkitab meyakinkan kita bahwa kita tak harus menjalani kehidupan setiap hari dengan rasa takut terhadap apa yang akan terjadi. "Hatinya teguh, ia tidak takut" (ayat 8) -- David McCasland

BERIMAN KEPADA ALLAH YANG HIDUP
AKAN MENCABUT RASA TAKUT KITA PADA KEHIDUPAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org