Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2004/01/08

Kamis, 8 Januari 2004

Bacaan   : Ibrani 11:8-10
Setahun : Kejadian 20-22; Matius 6:19-34
Nas       : Karena iman [Abraham] diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing (Ibrani 11:9)

MENUJU RUMAH

Kini ketika saya semakin mendekati akhir perjalanan hidup, saya semakin merasa sebagai pendatang di dunia ini. Saya pikir ini adalah hal yang wajar. Pada awalnya Abraham menggambarkan dirinya sebagai "orang asing dan pendatang" ketika ia membeli sebidang tanah untuk menguburkan Sara (Kejadian 23:4). Waktu dan kematian dapat membuat Anda berpikir seperti itu.

Kebanyakan orang percaya yang sudah berusia senja mengatakan hal semacam ini: tak ada rumah bagi kita di dunia ini sebelum sampai ke surga. Seperti peziarah dalam The Pilgrim's Progress karya John Bunyan, sekali kita memandang Kota Surgawi, kita takkan pernah puas dengan hal lain yang tidak semulia itu. Seperti Abraham, kita mencari sebuah kota yang dibangun oleh Allah (Ibrani 11:10).

Dalam Lord Of The Rings karya Tolkien, Frodo dan kawan hobbitnya yang lain berangkat menyongsong petualangan besar sambil menyanyikan, "Rumah kita tinggalkan, dunia tujuan kita." Namun bagi orang kristiani, kita menyanyikan kebalikannya: dunia kita tinggalkan, rumah tujuan kita.

Di sana ada lembah air mata karena "Ia akan menghapus segala air mata dari mata [kita], dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21:4). Janji ini membuat perjalanan kita sekarang lebih mudah dijalani.

Dengan kata lain, pengharapan untuk pulang ke rumah, itulah yang membuat saya tetap berjalan. Saya tak sabar lagi untuk tiba di sana! -- David Roper

SEMAKIN ANDA MENGARAHKAN PANDANGAN KE SURGA
SEMAKIN KECIL HASRAT DUNIAWI ANDA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org