Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/07/17

Rabu, 17 Juli 2002

Bacaan   : Kisah 20:22-35
Setahun : Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38
Nas       : Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir (Kisah 20:24)

SULIT ATAU MUDAH?

Sulit atau mudahkah menjalani kehidupan kristiani? Seperti apakah seharusnya? Adakah iman kita dalam Yesus Kristus membuat hidup kita susah, berat, menderita, dan rugi? Atau, justru membukakan jalan yang mulus ke surga?

Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah untuk dijawab. Namun dari kisah para tokoh Alkitab, yakni orang-orang yang kita kagumi dan hormati karena kesetiaannya yang nyata kepada Tuhan, kita melihat bahwa jalan hidup mereka tidak mudah. Sebagai contoh, Paulus harus menghadapi berbagai kesulitan yang mungkin membuat kita mempertanyakan keberadaan Allah: kapal karam, penjara, cambuk, dan berbagai jenis penyiksaan lainnya (2 Korintus 11:23-28). Bahkan hidupnya yang dulu, sebelum mengikut Kristus, seolah-olah tampak lebih baik.

Dalam bukunya Amusing Ourselves To Death (Menyenangkan Diri Sendiri Sampai Mati), kritikus sosial Neil Postman menulis, "Agama Kristen adalah agama yang serius dan menuntut." Ketika kekristenan dianggap mudah dan menyenangkan, berarti agama ini tidak berbeda dengan agama yang lain. Ia benar. Yesus sendiri berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku" (Matius 16:24). Ada panggilan nyata untuk menyangkal diri di sini.

Paulus telah diberi suatu tugas, dan ia melakukannya dengan segenap hati untuk kemuliaan Allah, berapa pun harga yang harus ia bayar (Kisah Para Rasul 20:24). Maukah kita memenuhi panggilan Allah untuk melakukan tugas yang Dia kehendaki, dengan pengabdian yang sama, baik itu mudah atau sulit? -JDB

MENGIKUT YESUS
SELALU BENAR TETAPI TIDAK SELALU MUDAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org