Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/04/13

Sabtu, 13 April 2002

Bacaan   : Yohanes 5:25-29
Setahun : 1 Samuel 22-24; Lukas 12:1-31
Nas       : Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan (1 Korintus 15:43)

KUPU-KUPU

Di luar jendela ruang belajar saya, seekor kupu-kupu raja beristirahat di atas bunga yang sedang mekar. Hewan itu mengibas-ngibaskan sayapnya perlahan dengan anggun dan elok. "Raja yang gagah" itu tadinya cuma seekor ulat hijau yang menjijikkan, yang makanannya dedaunan dari semak-semak bergetah. Kemudian, ia membuat "peti mati" bagi dirinya sendiri dan bergantung pada sebatang ranting. Bila sudah tiba saatnya, ia bangkit dan berubah menjadi makhluk yang indah, yakni kupu-kupu yang berada di luar ruang belajar saya itu.

Daur hidup kupu-kupu itu terbagi menjadi empat tahap: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Kehidupannya dimulai dari sebuah telur, yakni bibit kupu-kupu itu, yang menetas menjadi seekor ulat yang buruk rupa. Tetapi, ia tidak ditakdirkan untuk sekadar menjadi ulat. Ulat itu harus "mati" agar bisa melahirkan kupu-kupu.

Saya melihat dalam diri ulat itu suatu gambaran umat manusia berdosa yang memerlukan perubahan, yakni kelahiran kembali (Yohanes 3:3). Kupu-kupu itu, yang dibebaskan dari kuburan yang berupa kepompong, menggambarkan perubahan yang terjadi ketika Yesus kembali dan mengubah tubuh jasmani kita menjadi tubuh kemuliaan agar sesuai dengan kehidupan di surga (1 Korintus 15:42-44).

Jadi, lain kali kalau Anda melihat seekor kupu-kupu, ingatlah perubahan yang telah dikerjakan Kristus dalam diri Anda, ketika Anda menaruh iman pada-Nya. Lalu, nantikanlah dengan sukacita hari kebangkitan itu, manakala perubahan hidup Anda disempurnakan!-M.R. De Haan, M.D.

KEBANGKITAN KRISTUS
ADALAH JAMINAN KEBANGKITAN KITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org