Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/02/07

Kamis, 7 Februari 2002

Bacaan   : Lukas 6:37-42
Setahun : Imamat 1-3; Matius 24:1-28
Nas       : Keluarkanlah dahulu balok dari matamu (Lukas 6:42)

SELUMBAR DAN BALOK

Dalam buku The Blunder Book (Kisah Tentang Kesalahan Konyol), M. Hirsh Goldberg bercerita tentang seorang jurutulis Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang mengirim memo kepada rekan-rekan sejawatnya. Dalam memo itu ia meminta mereka untuk lebih teliti dalam melakukan komunikasi secara tertulis. Namun setelah dibagikan, ternyata dalam memo tulisannya sendiri itu ditemukan sembilan kesalahan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Saat memo-memo itu sampai ke tangan pers, jurutulis yang menjadi malu itu berkata bahwa mestinya ia tidak membuat kesalahan konyol seperti itu.

Perasaan malu serupa juga menimpa orang kristiani yang menuntut orang lain untuk mempunyai standar tinggi yang dimiliki Kristus tanpa lebih dulu melihat diri sendiri (Lukas 6:42). Bila kita bersikap congkak dan merasa diri paling benar, maka kata-kata kita akan berbalik menyerang kita sendiri. Meski perkataan kita mungkin benar, kita perlu mengatakannya dengan rendah hati dan dengan menyadari bahwa apa yang kita katakan itu terkadang juga merupakan kelemahan kita sendiri.

Kita perlu mendorong orang lain untuk melakukan yang benar. Orang kristiani patut saling mendorong sesamanya untuk memiliki sikap dan perbuatan yang penuh kasih. Namun karena kita semua masih bertumbuh dalam Kristus, kita tidak boleh menghakimi atau merendahkan orang lain. Yang perlu kita miliki adalah sikap saling menguatkan dengan penuh kasih. Sikap yang lain hanya akan menunjukkan hati seseorang yang merasa paling benar.

Ya Tuhan, kiranya tuntutan kami terhadap orang lain akan melunak ketika kami menyadari kelemahan kami sendiri -MRD II

SEMAKIN DALAM KITA MENGENAL DIRI SENDIRI
SEMAKIN SEDIKIT KITA MENGKRITIK ORANG LAIN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org