Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/11/17

Sabtu, 17 November 2001

Bacaan   : Imamat 23:33-44
Setahun : Kisah 25-26
Nas       : Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, ... dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu (Imamat 23 :40)

BUKAN PERUSAK SUKACITA

Berlawanan dengan apa yang banyak diyakini orang, Allah bukanlah perusak sukacita yang tidak suka melihat umat-Nya bersenang-senang. Hari raya Pondok Daun dalam Perjanjian Lama merupakan salah satu buktinya. Lima hari sesudah hari Pendamaian yang dirayakan setiap tahun, yakni satu hari untuk berpuasa ketika bangsa Israel menyatakan penyesalan atas dosa-dosa mereka, diadakanlah perayaan selama satu minggu (Imamat 23:26-32).

Kemah-kemah suci yang menyerupai pondok daun mengingatkan bangsa Israel akan kediaman sementara yang mereka miliki di padang gurun. Hari raya itu juga dikenal sebagai "hari raya pengumpulan hasil akhir" (Keluaran 23:16), yang menggambarkan berkat Allah atas tuaian mereka, juga atas perhentian akhir dan penuaian yang disediakan bagi mereka di masa depan.

Setiap orang yang ikut serta dalam minggu penyembahan itu, bersukacita dan beria-ria (Ulangan 16:13,14). Bayangkan anak-anak menyapa teman bermain mereka yang sudah setahun tak berjumpa, perjamuan makan untuk semua orang, api unggun di bawah langit yang berbintang, keluarga-keluarga berpesta, dan seluruh bangsa bersama sama merayakan pengampunan dan kebebasan.

Allah menggunakan hari-hari raya untuk mengajar umat-Nya bahwa ada hubungan erat antara aspek kehidupan rohani dan jasmani. Manakala mereka diberi kemakmuran dan berkat, maka mereka pun dapat bersukacita di hadapan Allah. Meskipun Allah memandang dosa sebagai hal yang serius, tetapi Dia juga Pribadi yang mengampuni dengan limpah dan menyediakan setiap kebutuhan kita. Dia bukanlah perusak sukacita! -HVL

ALLAH INGIN MEWARNAI HIDUP ANDA DENGAN SUKACITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org