Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/11/07

Rabu, 7 November 2001

Bacaan   : Roma 12:14-21
Setahun : Yohanes 18-21
Nas       : Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan ... sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan (Roma 12:19)

TIDAK PERLU MEMBALAS

Selama berabad-abad, suku Albania terkenal karena sering terjadinya perang saudara di antara mereka, yang menimbulkan pertumpahan darah. Mereka menganggap diri mereka pengecut jika tidak membalas kematian seorang kerabat mereka. Terkadang satu pembalasan dendam dapat memicu reaksi berantai yang menewaskan 25 sampai 30 orang.

Tradisi berdarah ini berakhir pada tahun 1990, ketika sekelompok pendamai Albania menyelesaikan banyak konflik antarsuku yang terjadi. Perubahan ini muncul karena mereka menemukan sesuatu yang lebih mereka inginkan daripada pembalasan dendam. Mereka ingin menjadi bagian dari komunitas Eropa yang lebih luas, dan juga untuk bersatu guna mempertahankan diri terhadap musuh bersama.

Demikian juga perselisihan dalam gereja dan sengketa keluarga akan berakhir ketika orang kristiani menemukan sesuatu yang lebih mereka inginkan ketimbang kepuasan pahit dari peperangan yang berdasarkan dendam. Sikap suka menyimpan dendam tak lagi menarik ketika pihak pihak yang bermusuhan menyadari bahwa mereka sedang menjauhkan diri dari dukungan dan kegembiraan yang mereka perlukan, yang didapat dari persekutuan umat kristiani. Membalas dendam tidak lagi tampak menarik ketika mereka melihat bahwa kata-kata amarah dan komentar komentar mereka yang meremehkan menguntungkan si Iblis, yang berusaha menghancurkan mereka.

Untuk apa kita membayar mahal hanya demi membalas dendam? Kita bisa mendapatkan jauh lebih banyak dengan menanggalkan dendam dan mengulurkan pengampunan. Itu jauh lebih baik daripada balas dendam! -MRD II

ORANG-ORANG PERCAYA YANG BERPERANG DENGAN SAUDARA SENDIRI
TIDAK MUNGKIN BERDAMAI DENGAN BAPA MEREKA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org