Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/11/06

Selasa, 6 November 2001

Bacaan   : 1 Petrus 1:13-21
Setahun : Yohanes 14-17
Nas       : Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Roma 15:13)

DAMPAK PENGHARAPAN

Kita tahu bahwa emosi bisa berdampak luar biasa terhadap tubuh kita. Sebaliknya, kondisi tubuh juga bisa mempengaruhi emosi kita.

Misalnya, sebuah artikel dalam jurnal yang diterbitkan oleh American Heart Association pada tahun 1997 memaparkan bagaimana keputusasaan bisa menimbulkan konsekuensi-konsekuensi fisik yang negatif. Pada hakikatnya dikatakan bahwa mereka yang berputus asa secara berlebihan mempunyai kemungkinan risiko 20 persen lebih besar dari orang normal untuk terkena arteriosklerosis (pengerasan pembuluh nadi) dalam periode 4 tahun. Berbagai penelitian lain juga menghubungkan keputusasaan dengan penyakit jantung, serangan jantung, dan kematian.

Akan tetapi, hubungan antara kesehatan emosi dengan kondisi fisik seseorang bukanlah suatu penemuan baru. Dalam kitab Amsal pada Perjanjian Lama, kita membaca bahwa "hati yang gembira adalah obat yang manjur" (17:22), dan bahwa hikmat yang ditemukan dalam firman Allah "menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka" (4:22).

Hubungan yang benar dengan Allah dan firman-Nya dapat memberi keuntungan kepada kita secara rohani, fisik, dan emosional. Perhatian utama Injil adalah untuk membawa kita kepada hubungan yang benar dengan Allah melalui iman dalam Kristus. Hasil sampingannya yang positif adalah hidup yang berlimpah dengan pengharapan yang meningkatkan kesehatan, yakni jaminan pengampunan yang total dari dosa dan kehidupan kekal bersama Kristus-VCG

PENGHARAPAN DALAM HATI MEMAMPUKAN KITA UNTUK TERSENYUM

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org