Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/10/21

Minggu, 21 Oktober 2001

Bacaan   : Kisah 17:16-34
Setahun : Markus 1-3
Nas       : Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar (2 Timotius 2:24)

KESAKSIAN YANG LEMBUT

Dalam pembacaan Alkitab hari ini, kita melihat bagaimana para pengikut Kristus bertoleransi dengan orang yang memiliki kepercayaan lain tanpa mengkompromikan keyakinan kristianinya.

Pada saat Rasul Paulus tiba di Atena, ia sedih melihat pemujaan berhala di sana. Namun ketika berbicara kepada pendengarnya yang memuja berhala, dengan mengutip beberapa kata dari para pujangga, ia tetap berkata-kata dengan hormat (Kisah Para Rasul 17:28). Ia tidak mencela pendengarnya maupun mengkritik kepercayaan mereka. Ia hanya menyatakan kebenaran-kebenaran yang tidak dapat disangkal. Ia berbicara tentang kebesaran Allah sebagai sang Pencipta (ayat 24,25). Ia berkata bahwa Tuhan turut campur tangan secara aktif dalam kehidupan manusia sehingga hendaknya orang-orang mencari Dia dan menemukan Dia (ayat 26-28).

Paulus tidak mau mengkompromikan kebenaran. Dengan jelas ia menunjukkan kesia-siaan dari penyembahan berhala dan menyatakan dengan gamblang bahwa Allah ingin semua orang bertobat. Selanjutnya ia menyatakan bahwa Allah sudah menunjuk seorang Manusia untuk menghakimi dunia dan membuktikannya dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati (ayat 29-31).

Dalam masyarakat global sekarang ini, kita berhubungan dengan semakin banyak orang yang mempunyai keyakinan dan kepercayaan yang berbeda. Kesaksian kita akan menjadi efektif jika kita menjauhi pertengkaran serta argumentasi, dan mulai membagikan iman kita dengan sikap hormat, baik, dan lembut. Roh Kudus akan memberi keyakinan dan pencerahan ketika orang-orang melihat kebenaran terpancar dari hidup kita-HVL

KESAKSIAN YANG LEMBUT ADALAH
KESAKSIAN YANG BENAR

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org