Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/10/20

Sabtu, 20 Oktober 2001

Bacaan   : Yesaya 1:1-17
Setahun : Matius 26-28
Nas       : Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:17)

BERAT TETAPI ENTENG

Setelah membaca Yesaya 1, saya terpikir sebuah teka-teki: Apakah yang berat bagi Allah, tetapi seakan enteng bagi saya?

Tentu tidak ada hal yang terlalu sukar bagi Allah, tetapi itu bukan berarti Allah tidak dapat merasakan beban. Kadangkala saya menganggap enteng suatu hal yang sebenarnya sangat diperhatikan Tuhan.

Pada zaman Nabi Yesaya, orang Yahudi mengikuti perayaan-perayaan religius sesuai hukum. Mereka datang pada waktu yang tepat, mempersembahkan korban dengan jumlah yang benar, serta menaikkan banyak doa. Namun ketika meninggalkan tempat ibadah, sepertinya mereka juga meninggalkan Tuhan di situ.

Hampir 3.000 tahun telah berlalu, tetapi tidak banyak perubahan yang terjadi. Terkadang saya berpikir bahwa saya sudah menunaikan kewajiban saya terhadap dengan pergi ke gereja serta memberikan persembahan. Namuni tindakan ini justru menjadi beban bagi Allah, dan bukannya menjadi berkat. Ini karena saya tidak menyelesaikan tugas yang dipandang penting oleh Allah-berbuat baik, mencari keadilan, membela anak-anak yatim, dan berjuang untuk para janda (Yesaya 1:17).

Allah tidak terkesan dengan kebaktian yang penuh sesak, jika orang orang datang dengan hati yang kosong. Tuhan rindu bertemu dengan para penyembah yang dipenuhi dengan kasih kepada Allah. Dengan kasih itu dari hidupnya akan keluar perbuatan baik kepada orang lain.

Apakah Anda masih penasaran dengan pertanyaan apakah yang berat bagi Allah, tetapi seakan enteng bagi saya? Jawabannya adalah penyembahan-JAL

HATI YANG PENUH PUJIAN
MENYUKAKAN HATI ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org