Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/10/17

Rabu, 17 Oktober 2001

Bacaan   : Yesaya 33:14-24
Setahun : Matius 16-19
Nas       : Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? (Yesaya 33:14)

TINGGAL DALAM API

Tepat sebelum kegelapan datang, bangsa Israel yang berdiri di tembok Yerusalem memandang dengan cemas pada tentara bangsa Asyur yang kuat, yang sedang mengepung seluruh kota. Tetapi pada waktu fajar, kemah-kemah musuh sudah musnah, dan ribuan mayat tentara Asyur berserakan di tanah. Kekaguman dan pujian syukur memenuhi hati orang Israel yang taat kepada Allah-sementara orang-orang yang jahat menjadi gentar!

Nabi Yesaya menggambarkan betapa gemetarnya para pendosa yang menanyakan bagaimana mereka dapat hidup dengan "api yang menghanguskan" dalam "perapian abadi" (Yesaya 33:14). "Api" di sini bukan menunjuk kepada neraka, tetapi kepada kekudusan Allah kita. Orang yang munafik bertanya, "Siapa kah yang dapat tinggal bersama Nya?" Jawaban Yesaya sangat sederhana: "Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur" (ayat 15). Mereka tidak cukup hanya mengikuti ibadah yang religius; Yesaya mengingatkan mereka bahwa untuk dapat tinggal dalam "api yang menghanguskan" itu, mereka harus menaati Allah.

Ibrani 12:29 mengingatkan kita bahwa "Allah kita adalah api yang menghanguskan." Jadi bagaimana mungkin kita dapat mempunyai hubungan yang erat dengan-Nya? Yesus berkata, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (Yohanes 14:23).

Jika kita mempercayai Yesus sebagai Juruselamat dan rindu untuk menyenangkan-Nya, kita tidak perlu takut tinggal dalam api kekudusan-Nya-HVL

KEKUDUSAN ALLAH MENYINGKAPKAN KEBAIKAN
DENGAN MENGHANGUSKAN KEJAHATAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org