Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/09/17

Senin, 17 September 2001

Bacaan   : Matius 7:15-23
Setahun : Yehezkiel 43-45
Nas       : Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami . mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? (Matius 7:22)

KESALEHAN SEJATI

Manakala menara sebuah gereja terbakar karena tersambar petir, para petugas pemadam kebakaran mengalami kerepotan untuk memadamkan api. Mereka harus mengangkat selang pemadam yang berat ke lantai tiga untuk menyelamatkan menara tersebut, yang tinggi, tak jendela, dan kosong.

Saya mengenal beberapa orang yang juga seperti menara tersebut. Mereka merasa "tinggi" sehingga menempatkan dirinya di atas orang lain. Mereka "tanpa jendela" karena mereka tak pernah terbuka terhadap orang lain. Dan, hati mereka "kosong" karena mereka tak pernah mengizinkan apa pun masuk.

Ketika kita menempatkan diri di atas dan terpisah dari orang lain, kita akan mudah "terbakar" secara rohani, dan sedikit percikan saja dapat menyulut api kehancuran. Kebanggaan pada diri sendiri dapat berbahaya karena Setan dapat membuat perasaan tersebut "seolah baik," padahal pemikiran itu akan membuat kita merasa tidak membutuhkan Allah lagi. Itu sebabnya kebanggaan dapat menghambat banyak orang "saleh" untuk masuk surga. Bahkan suatu hari nanti beberapa orang yang melakukan banyak mukjizat dalam nama Yesus akan mendengar Dia berkata, "Aku tidak pernah mengenal kamu!" (Matius 7:23). Dan, sebaliknya mereka yang merendahkan dirinya akan menjadi "yang terbesar dalam Kerajaan Surga"(18:4).

Kita memiliki kesempatan untuk belajar tentang suatu kebenaran yang ingin disembunyikan Setan: Kesalehan sejati dapat dicapai bukan dengan meninggikan diri, melainkan dengan merendahkan hati-JAL

ORANG YANG MENGENAL ALLAH AKAN BERSIKAP RENDAH HATI
ORANG YANG HANYA MENGENAL DIRINYA SENDIRI AKAN DIRENDAHKAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org