Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/09/04

Selasa, 4 September 2001

Bacaan   : Kolose 3:12-25
Setahun : Yehezkiel 1-3
Nas       : Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

PERANGKAP MASA DEPAN

Sue Shellenbarger, kolumnis dari rubrik "Work & Family" (Kerja & Keluarga) dalam The Wall Street Journal, telah bertemu beratus orang yang menurutnya "hidup demi meraih masa depan. Mereka membayangkan bahwa di masa depan itu mereka dapat hidup dengan santai, sehingga mereka dapat memperkuat hubungan pribadi dan keluarga." Sue menyebut hal ini "'perangkap masa depan,' karena bayangan mereka itu hanya merupakan khayalan yang terus dikejar sementara dalam kenyataannya mereka mengubur diri di tengah pekerjaan dan usaha mengejar hal-hal lain."

Kebanyakan kita yang berkata bahwa keluarga sangat penting, biasanya justru tidak hidup sebagaimana seharusnya. Mungkin tanpa menyadari hal ini, kita telah merendahkan betapa berharganya hari ini karena asyik membayangkan indahnya hari esok yang tak mungkin kita raih.

Saat Anda membaca Kolose 3:12-25, cobalah untuk menyambungnya dengan frasa hari ini pada akhir setiap ayat. "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu" hari ini (ayat 15). "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu" hari ini (ayat 16). Lalu di belakang setiap perintah yang ditujukan kepada para istri, suami, anak, dan bapa-bapa (ayat 18-21) tambahkan pula kata hari ini. Firman Allah yang datang kepada kita bersifat penting dan mendesak, sehingga kita perlu menaatinya sekarang juga, bukan untuk ditunda-tunda.

Satu-satunya cara untuk menghindari perangkap masa depan adalah dengan mengikuti setiap tuntunan Allah bagi pekerjaan dan kehidupan keluarga kita-hari ini juga!-DCM

ALLAH MENGHENDAKI KETAATAN
BUKAN SEKADAR NIAT BAIK

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org