Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/08/25

Sabtu, 25 Agustus 2001

Bacaan   : Daniel 12
Setahun : Yeremia 24-26
Nas       : Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? (Yohanes 11:26)

LILIN ATAU BINTANG?

Sebagian orang berkata bahwa hidup ini seperti cahaya lilin yang berpendar. Jika lilin itu dimatikan, maka cahayanya hilang untuk selamanya. Mereka percaya bahwa saat kita mengembuskan napas penghabisan, kita akan benar-benar lenyap seolah kita ini tidak pernah ada!

Penulis asal Inggris, Arthur Porritt, memberikan gambaran menyedihkan bagaimana Charles Bradlaugh, seorang ateis, dikebumikan: "Tak ada doa yang dipanjatkankan di makam. Bahkan, tak satu pun kata yang diucapkan. Jenazahnya yang diletakkan dalam peti mati diturunkan ke dalam tanah dengan sembarangan seolah hendak memendam bangkai yang harus cepat-cepat disingkirkan." Porritt berkata bahwa ia pergi dengan "hati yang beku," karena melihat betapa "tidak adanya iman terhadap keberlanjutan hidup manusia setelah mati, yang membuat maut mengalahkannya."

Hidup bukanlah nyala lilin yang berlangsung singkat, yang dapat dipadamkan oleh kematian untuk selamanya. Orang Kristen dapat bersukacita karena Kristus "oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa" (2 Timotius 1:10), karena Dia adalah "kebangkitan dan hidup," dan karena "barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25,26).

Karena kuasa dan anugerah Allah yang ditunjukkan di Kalvari, kita akan menerima tubuh seperti tubuh kebangkitan Kristus, sehingga kita "akan bercahaya . seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya" (Daniel 12:3). Puji Tuhan! Kita bukan hanya lilin yang berpendar sementara, melainkan bintang-bintang yang bercahaya untuk selamanya!-VCG

KARENA YESUS HIDUP, KITA PUN AKAN HIDUP

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org