Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/08/19

Minggu, 19 Agustus 2001

Bacaan   : Ibrani 11:1-6
Setahun : Yeremia 3-5
Nas       : Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6)

MENCARI BUKTI

Saya dan seorang teman sedang berbincang-bincang mengenai Allah dan kehidupan setelah mati. "Ada satu hal yang saya harapkan," katanya. "Saya berharap mendapat bukti bahwa Allah ada."

Dalam Ibrani 11:6 tertulis, "Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Alkitab tidak berusaha membuktikan keberadaan Allah, tetapi dengan membacanya orang dapat meyakini bahwa Allah ada.

Ada tiga jalan yang terbuka bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin mengetahui keberadaan Allah. Yang pertama adalah alam. Rasul Paulus menulis, "Sebab apa yang tidak tampak daripada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" (Roma 1:20).

Jalan yang kedua adalah hati nurani, yang merupakan kompas yang diberikan Allah dalam diri manusia untuk menunjukkan standar Allah tentang yang benar dan yang salah (2:14,15).

Jalan ketiga adalah yang paling menyakinkan, yakni menguji kebenaran itu sendiri. Mereka yang ingin menyenangkan dan menaati Allah akan mendapati bahwa iman mereka didasarkan pada realitas, karena Allah memberi upah "kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6). Iman selalu diikuti dengan kepastian.

Allah terlalu ajaib untuk bisa dibuktikan manusia. Bila ada allah dapat dibuktikan, berarti ia tidak layak untuk menjadi allah. Tetapi jika kita mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Roh-Nya memberi jaminan bahwa iman kita memiliki dasar yang baik-DJD

KETIDAKTERBATASAN ALLAH TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN DENGAN KETERBATASAN
MANUSIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org