Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2001/08/01

Rabu, 1 Agustus 2001

Bacaan   : Yohanes 5:1-15
Setahun : Yesaya 16-18
Nas       : Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk (Yohanes 5:14)

JANGAN SIA-SIAKAN

Pangeran dari sebuah negara kecil yang kaya minyak di Asia dituduh telah menghambur-hamburkan kekayaan negaranya sebesar 16 miliar dollar. Selama 10 tahun, pangeran tersebut dituduh telah menyebabkan kerugian yang amat besar karena pengambilan keputusan dan investasi yang salah. Mahkamah Agung di negaranya mendakwa bahwa ia telah menghabiskan 2,7 miliar dollar hanya untuk membeli pesawat terbang, kapal pesiar, mobil, dan perhiasan.

Sambil menggeleng tak percaya, saya bertanya kepada diri sendiri apakah saya juga bersalah karena menyia-nyiakan kekayaan rohani, yang berupa kasih karunia Allah. Jika saya telah menerima belas kasihan dan pengampunan-Nya tetapi masih hidup dalam dosa, berarti saya menyia-nyiakan kasih karunia-Nya.

Sesudah menyembuhkan orang yang telah cacat selama 38 tahun, Yesus berkata kepadanya, "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk" (Yohanes 5:14). Sepertinya Yesus sedang memperingatkan orang itu agar tidak menyia-nyiakan karya penyembuhan Allah dalam hidupnya. Paulus juga meminta orang-orang Kristen di Korintus agar tidak "membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima" (2 Korintus 6:1). Caranya, izinkan kasih karunia Allah mengubahkan hidup kita (Titus 2:11,12).

Karena Allah telah mengampuni kita dengan cuma-cuma, kasih karunia-Nya membuka jalan bagi kita untuk berubah. Sangatlah tragis jika kita menyia-nyiakan kesempatan ini dengan tidak mengizinkan "kekayaan kasih karunia-Nya" untuk mengubahkan hidup kita (Efesus 1:7)-DCM

AGAR TIDAK MEMPERMALUKAN ALLAH
BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA-NYA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org