Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/06/24

Minggu, 24 Juni 2001

Bacaan   : Kisah 10:1-22
Setahun : Mazmur 91-93
Nas       : Allah menunjukkan ... bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil (Kisah 10:28,29)

DI LUAR DAERAH NYAMAN

Longfellow menulis, "Tanaman merambat itu melekat di dinding, namun tiap kali angin berembus keras, daun-daun yang kering jatuh berguguran." Seperti tanaman tersebut, banyak gereja kini juga tidak mau mengadakan perubahan dan mempertahankan program-program tradisionalnya, sehingga terancam kehilangan jemaat yang "mudah diterbangkan angin" ibarat daun-daun kering.

Dengan kata lain: Kita cenderung menolak meninggalkan "daerah kita yang nyaman." Kita lebih suka berurusan dengan hal-hal yang tidak asing, dapat ditebak, dan biasa terjadi.

Dalam beberapa hal kita bersikap seperti Petrus sebelum Tuhan mendorongnya untuk pergi ke daerah lain. Petrus tahu bahwa Kristus rindu menjangkau Yerusalem, Yudea, Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8). Namun ia merasa tidak nyaman jika harus bersaksi kepada orang-orang non-Yahudi. Mereka bukan "orang-orang baik." Namun demikian, akhirnya Allah berhasil membuat Petrus pergi ke rumah Kornelius. Di sana ia menyampaikan kabar baik tentang Yesus (Kisah Para Rasul 10).

Seperti halnya Petrus, jemaat seringkali terkurung di balik dinding dan benteng gereja. Kita cenderung suka berada di daerah yang tidak membuat kita merasa terancam, yakni di tengah orang-orang yang menerima dan mengasihi kita. Jika itu benar, berarti kita perlu lebih memahami visi belas kasihan Allah terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Pengertian yang lebih baik itu akan menggerakkan kita untuk meninggalkan "daerah nyaman" dan menjangkau orang-orang kepada siapa Juruselamat telah memberikan hidup-Nya.

Adakah kita sedang merasa terlalu nyaman? -- HWR

GEREJA ADALAH PUSAT PELATIHAN
BUKAN TEMPAT PERKUMPULAN BIASA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org