Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/03/15

Kamis, 15 Maret 2001

Bacaan   : Yohanes 14:19-31
Setahun : 1 Samuel 4-7
Nas       : Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yohanes 14:23)

HATIKU-RUMAH ALLAH

Saya mengenal seorang wanita yang selalu merapikan rumahnya setiap malam sebelum tidur. Ia melakukan hal ini karena tidak ingin Tuhan melihatnya sebagai pengurus rumah tangga yang buruk bila Dia kembali sebelum pagi tiba. Sering kali saya mencoba menandingi standar tinggi kerapian wanita tersebut, tetapi sebagai seorang ibu rumah tangga, seorang istri, dan seorang ibu yang masih muda, saya tahu rumah saya tidak akan pernah lulus tes.

Menjaga kebersihan rumah demi kemuliaan Tuhan adalah keinginan yang patut dihargai. Namun akhirnya saya menyadari bahwa sesungguhnya rumah jasmani tempat saya tinggal di dunia ini, tidak menjadi perhatian utama-Nya. Dia jauh lebih memperhatikan keadaan rumah rohani, yakni hati saya.

Dalam Yohanes 14:21, kita akan mendapat dua petunjuk untuk merawat rumah rohani itu: Kasihilah Allah dan lakukanlah segala perintah-Nya. Ketidaktaatan kepada Allah membuat rumah hati kita kotor. Sebaliknya, ketaatan yang diungkapkan sebagai wujud kasih kita kepada-Nya akan membuat hati kita menjadi rumah yang nyaman bagi Allah sehingga kita pun siap menyambut kedatangan Kristus.

Doa berikut ini membantu kita untuk membedakan antara standar dunia yang fana dan standar kekekalan: "Tolonglah saya, Bapa, untuk membersihkan rumah hati saya. Buanglah semua debu dan jaring-jaring kesombongan, sakit hati, dan prasangka buruk. Saya ingin menjaga rumah hati saya selalu bersih demi Engkau" -JEY

HATI ANDA DICIPTAKAN UNTUK MENJADI RUMAH ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org