Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/02/05

Senin, 5 Februari 2001

Bacaan   : Matius 7:1-5
Setahun : Bilangan 1-3
Nas       : Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu (Matius 7:5)

SELUMBAROLOGI DAN BALOKITIS

Menurut Yesus, tidaklah abik bila kita ahli dalam "selumbarologi" namun menderita "balokitis." Dalam Khotbah di bukit, Tuhan bersabda, "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3).

Jika kata selumbarologi terdapat dalam katalog universitas, mungkin penggambarannya akan berbunyi demikian: "Inti dari mata kuliah ini adalah pengenalan dan pembahasan secara kritis terhadap kelemahan-kelemahan kecil dalam kehidupan setiap orang di sekeliling kita. Mata kuliah ini sangat laris, segeralah mendaftar."

Seandainya istilah balokitis muncul dalam kamus kedokteran mungkin definisinya akan berbunyi sebagai berikut: "Sebuah penyakit yang mengubah pandangan terhadap diri sendiri dan membuat seorang individu tidak mampu mengenali kesalahan pribadinya. Hal ini terjadi di seluruh dunia."

Untuk memecahkan masalah ini, Tuhan menasihatkan, "Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (ayat 5).

Kita tidak membutuhkan tukang kayu atau dokter mata untuk memahami perumpamaan Yesus ini. Sebenarnya kita telah mengikuti "mata kuliah" tersebut saat kita "mengidap penyakit" itu. Namun apabila hari ini kita mau mengalihkan perhatian dari selumbar yang kita lihat dalam diri orang lain untuk memperhatikan balok yang ada dalam mata kita sendiri, maka hal itu akan membawa pengaruh besar bagi kita semua! -DCM

HENDAKLAH ANDA CEPAT MENILAI DIRI SENDIRI
DAN LAMBAT MENILAI ORANG LAIN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org