Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2001/01/04

Kamis, 4 Januari 2001

Bacaan   : 2 Korintus 9:6-15
Setahun : Kejadian 10-11
Nas       : Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (2Korintus 9:6)

MENABUR DAN MENUAI

Di tanah pertanian ayah saya terdapat ladang tertentu yang dikerjakannya sendiri. Saat hendak menabur benih, sebuah kantong terpal dikalungkan di lehernya sehingga tampak seperti kangguru. Ia menabur, dengan melemparkan biji-biji itu.

Ketika seorang petani menabur benih, seolah ia membuangnya. Biji-biji tersebut tampak lenyap, tetapi tidak benar-benar lenyap. Pada waktunya benih itu akan muncul -- bahkan menjadi lebih banyak.

Tatkala kita mempersembahkan diri kepada Kristus, orang menganggap kita menyia-nyiakan hidup. Namun Yesus berkata bahwa bila kita kehilangan nyawa karena Dia, kita akan memperoleh kehidupan yang sejati (Matius 10:39).

Yesus mengajar kita untuk mengukur arti hidup dengan apa yang hilang, bukan dengan apa yang kita peroleh; dengan pengorbanan, bukan dengan tindakan menyelamatkan diri sendiri; dengan meluangkan waktu untuk orang lain, bukan dengan menghabiskan waktu untuk diri sendiri; dengan mencurahkan kasih kepada sesama, bukan dengan menuntut kasih dari sesama.

Dalam kehidupan terdapat sebuah hukum, yakni bahwa Allah memberkati orang-orang yang mempersembahkan hidup dan kekayaan mereka (2 Korintus 9:6). Terapkanlah kebenaran yang Anda ketahui, maka Dia akan memberi Anda lebih banyak berkat untuk dibagikan. Berikanlah waktu Anda, maka Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk memberi. Jangan batasi kasih Anda, maka Anda akan memiliki kasih yang lebih besar untuk orang lain.

Seorang Israel yang berhikmat berkata, "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya" (Amsal 11:24). Ini merupakan salah satu paradoks tertua di dunia yang terbukti benar -DHR

APA YANG ANDA PEGANG ERAT-ERAT AKAN LENYAP
APA YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA ALLAH AKAN ANDA PEROLEH KEMBALI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org