Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/04/13

Kamis, 13 April 2000

Bacaan   : Yohanes 19:14-30
Setahun : 1Samuel 22-24, Lukas 12:1-31
Nas       : Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, ... di situ Ia disalibkan mereka (Yohanes 19:17-18)

SALIB YANG MENAKJUBKAN

Mahatma Gandhi meminta beberapa utusan Injil yang mengunjunginya saat sedang berpuasa untuk menyanyikan sebuah pujian. "Yang mana?" tanya mereka. "Yang mengungkapkan hal terdalam dari imanmu," jawabnya. Mereka berpikir sejenak, dan dengan sepenuh hati menyanyikan lagu yang ditulis Isaac Watts: Tatkala kupandang salib yang menakjubkan itu Di mana Raja mulia telah mati, Semua keuntunganku berubah menjadi kerugian Dan semua kebanggaanku menjadi kehinaan.

Memang ada sesuatu yang menakjubkan dan menggugah hati dalam salib Kristus. Ketika kita merenungkan Kalvari, kita menjadi sedih dan tergetar oleh semua keajaiban itu. Dengan rasa syukur, kita berseru dengan sepenuh hati, "Terima kasih, Tuhan, Engkau telah menyelamatkan jiwaku!"

Ketika George Briggs menjadi gubernur Massachusetts, tiga temannya mengunjungi Tanah Suci Israel. Di sana mereka memanjat lereng Golgota dan memotong sebatang kayu untuk dijadikan tongkat. Ketika kembali, mereka mempersembahkan tongkat itu kepada sang gubernur dan mengatakan, "Kami ingin Anda tahu bahwa ketika kami berdiri di Kalvari, kami memikirkan Anda." Gubernur itu menerimanya dengan rasa terima kasih dan berkata, "Saya menghargai perhatian kalian, tetapi saya lebih berterima kasih lagi kepada Seseorang yang juga pernah begitu memikirkan saya di bukit itu!"

Ya, Yesus memikirkan Anda dan saya ketika di salib dalam penderitaan. Sudah sepantasnyalah kita menanggapi pengurbanan-Nya dengan hidup penuh syukur. Kita pun dapat berkata seperti Isaac Watts, "Kasih yang begitu menakjubkan, begitu luar biasa, menggugah jiwa saya, kehidupan saya, diri saya seutuhnya!" -HGB

SALIB MENYATAKAN KASIH ALLAH
TERHADAP ORANG-ORANG YANG TERHILANG

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org