Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/06/15

Selasa, 15 Juni 1999

Bacaan   : Markus 4:35-41
Setahun : Kidung Agung 5-8
Nas       : Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" (Markus 4:39)

TUHAN, TIDAKKAH ENGKAU PEDULI?

Dua dari pertanyaan paling keras yang terdapat dalam Perjanjian Baru diajukan kepada Yesus oleh orang-orang yang sangat mengasihi Dia. Ketika badai yang dahsyat mengancam hendak menenggelamkan perahu murid-murid di Laut Galilea, mereka bertanya, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" (Markus 4:38). Pada peristiwa yang lain, saat Maria dengan santai mendengarkan Yesus, Marta yang sedang sibuk melayani datang dari dapur dan berkata, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?" (Lukas 10:40).

Kedua pertanyaan tersebut dilontarkan oleh orang-orang yang telah melihat kuasa Yesus sehingga mereka berharap agar Dia bertindak dan melegakan kecemasan mereka. Bila seolah Tuhan mengabaikan situasi yang mereka alami, kejengkelan mereka pun meningkat sehingga mereka berkata: "Tidakkah Engkau peduli?"

Kitab Suci tidak memberitahu kita tentang bagaimana nada suara Yesus, tetapi saya menduga bahwa jawaban yang diberikan-Nya lembut dan penuh perhatian. "Mengapa kamu begitu takut?" (Markus 4:40). "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara" (Lukas 10:41).

Saat kita merasa sendiri atau dalam keadaan yang sulit, seringkali kita berseru, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli?" Namun, pada saat Yesus meredakan badai hidup kita dan menyebut nama kita, kita akan menyadari bahwa kita masih harus belajar banyak tentang kasih-Nya kepada kita, sehingga kita pun rindu untuk mempercayai Dia dengan segenap perhatian kita -- DCM


I love to dwell upon the thought
That Jesus cares for me;
It matters not what life may bring --
He loves me tenderly. -- Adams

YESUS MEMPEDULIKANMU!

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org