Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/04/21

Rabu, 21 April 1999

Bacaan   : Yesaya 53:1-10
Setahun : Mazmur 31-33
Nas       : Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita...dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh (Yesaya 53:5)

ALASAN KEMATIAN-NYA

Yesus mati supaya kita hidup. Kematian-Nya di atas kayu salib bukanlah sesuatu yang kebetulan atau di luar rencana Allah. Itu merupakan sesuatu yang mutlak harus dipenuhi dalam rencana keselamatan-Nya bagi kita.

Tuhan menyatakan bahwa kematian adalah hukuman bagi orang berdosa (Kejadian 2:17), dan setiap orang, sejak Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa (Roma 3:23). Tetapi karena kasih, Dia rindu menyelamatkan kita. Namun Dia tak dapat sekadar berkata, "Aku kasihan padamu. Aku mengasihimu. Aku akan menyelamatkanmu, mengampuni dosamu, dan melupakan dosamu." Tidak. Allah yang kudus dan adil tidak menganggap enteng dosa. Hukuman atas dosa harus dibayar; kesalahan harus disingkirkan.

Yang sungguh mengagumkan adalah: Yesus Kristus, Anak Allah, mengangkat dosa-dosa kita, membawanya ke Kalvari, membayar hukuman dosa, dan bangkit pada hari yang ketiga. Yesus, Pribadi yang sama sekali tak berdosa, menanggung dosa kita, seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya (Yesaya 53). Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Allah Bapa menerima pengurbanan Anak-Nya dan keadilan pun ditegakkan.

Hal itu terjadi 2.000 tahun yang lalu, jauh sebelum Anda dan saya lahir. Semuanya telah dipersiapkan oleh Allah. Itu semua merupakan anugerah. Yang perlu kita lakukan adalah menerima apa yang telah dipersiapkan-Nya itu. Tawaran Allah hari ini adalah "setiap orang yang percaya kepada-Nya [Yesus] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Apakah Anda memiliki kehidupan yang kekal? Itulah sebabnya mengapa Dia mati -- MRD

KEADILAN DAN BELAS KASIHAN ALLAH BERTEMU
DI ATAS KAYU SALIB

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org