Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/04/02

Jumat, 2 April 1999

Bacaan   : Markus 15:22-39
Setahun : 1Samuel 25-28
Nas       : Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah (1Petrus 3:18)

"SAYA YANG SEHARUSNYA DISALIB!"

Seorang utusan Injil sedang berbicara kepada sekelompok orang dari suku terasing yang belum pernah mendengar tentang kehidupan dan pelayanan Yesus. Sang kepala suku duduk di barisan depan dan mendengarkan perkataan utusan Injil itu dengan seksama.

Tatkala kisah Yesus mencapai klimaksnya dan kepala suku itu mendengar bagaimana Yesus disalibkan secara kejam, ia tak dapat menahan dirinya lagi. Ia melompat dan berteriak, "Hentikan! Turunkan Dia dari kayu salib itu! Saya yang seharusnya di salib. Bukan Dia!" Kepala suku itu telah menangkap pesan Injil, yang membuat ia menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa dan Kristus tak bercacat cela.

Ketika Anda merenungkan bagaimana Anak Allah harus menderita tatkala tergantung di atas kayu salib, dan darah mengalir dari luka-luka-Nya, dapatkah Anda dengan sungguh-sungguh berkata, "Sayalah yang seharusnya disalib!" Lalu, majulah selangkah lagi untuk mempercayai-Nya sebagai Juruselamat sehingga Anda dapat berkata sama seperti Paulus, "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Galatia 2:19-20). Yesus mengambil tempat kita dan mati bagi kita. Dengan menanggung dosa-dosa kita, Yesus telah membuka jalan bagi kita sehingga dapat bersekutu dengan Bapa. Jika Anda berusaha untuk menjadi serupa dengan Kristus dan percaya bahwa Dia telah mati bagi Anda, maka Allah akan menjadikan Anda benar-benar serupa dengan Kristus dan menyatakan kebenaran-Nya kepada Anda.

Dapatkah Anda berkata, "Saya yang seharusnya disalib!" -- HGB

YESUS MENGGANTIKAN TEMPAT SAYA DI ATAS KAYU SALIB
UNTUK MEMBERI SAYA TEMPAT DI SURGA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org