Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/03/18

Kamis, 18 Maret 1999

Bacaan   : Ayub 14:1-22
Setahun : Yosua 22-24
Nas       : Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan (Ayub 14:1)

MENILAI PERMASALAHAN

Seorang prajurit di medan perang telah berminggu-minggu tidak menerima surat. Ketika pertempuran dihentikan sejenak, ia disodori sebuah amplop. Di dalamnya tertulis tagihan sebesar ,52. Sebuah catatan kecil yang terselip di dalamnya berbunyi: "Jika tagihan ini tidak dibayar dalam waktu 5 hari, Anda akan mendapat masalah besar!" Saya ingin tahu apakah tentara itu tersenyum menghadapi ironi ini.

Persoalan dapat muncul dalam berbagai bentuk, dari gangguan kecil hingga krisis yang mengancam kehidupan, dari kehilangan selembar uang Rp.20.000,00 hingga kehilangan orang yang kita kasihi, dari mobil rusak sampai kesehatan yang memburuk. Masalah-masalah yang mulai menumpuk dapat membuat kita patah semangat.

Demikian juga dengan Ayub. Ia berkata, "Pada saat itu juga aku mau berdiam diri dan binasa" (Ayub 13:19). Ayub merasa bahwa ia adalah orang benar. Mengapa ia harus kehilangan semua lembu, keledai, domba, dan untanya? Mengapa para hambanya dan kesepuluh anaknya terbunuh? Mengapa ia tertimpa penyakit yang demikian menyiksa?

Ayub mulai menentang Allah. Ia menuduh Allah menghancurkan harapan manusia (Ayub 14:18-22). Ketika akhirnya Allah menjawab, Dia tidak mengutarakan alasan mengapa Ayub menderita. Sebaliknya, Tuhan menantangnya untuk memberikan penjelasan tentang misteri alam. Ayub segera mengerti dan sampai pada kesimpulan yang rendah hati bahwa ia harus membiarkan Allah bertindak sebagai Allah (ayat 38-42). Dalam semua permasalahan kita, biarlah Allah menolong kita untuk dapat bersikap seperti Ayub -- DJD

ALLAH MUNGKIN TIDAK SELALU MEMBERI KITA JAWABAN
TETAPI DIA SENANTIASA MEMBERI KITA KASIH KARUNIA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org